masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest
masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest

DOMIGADO – Bicara tentang kepercayaan, keyakinan, tradisi, dan mitos memang tidak pernah ada habisnya. Setiap orang dari berbagai suku dan budaya memiliki tradisi, kepercayaan, dan mitos yang ia yakini sendiri. Bukan hanya di Indonesia saja, negeri berteknologi tinggi yang dikenal sebagai Negeri Sakura juga ternyata meyakini mitos dan takhayulnya masing-masing.

Yup, Jepang adalah salah satu negara di Benua Asia yang memiliki budaya yang unik, keunikan dan tradisi dari negri sakura inilah yang membuat banyak orang berbondong-bondong untuk berkunjung ke Jepang. Namun dibalik citranya sebagai penduduk negara maju dan disiplin, masyarakat Jepang ternyata masih percaya dengan mitos-mitos tradisional yang (beberapa di antaranya) bahkan tak masuk akal sama sekali. Nggak percaya?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut enam mitos dan takhayul yang masih dipegang dan diyakini penduduk Jepang hingga saat ini.

Mitos Jika Tidur Menghadap Utara Akan Sial

Orang Jepang percaya kalau tidur menghadap utara bisa mendatangkan kesialan. Hal ini karena utara identik dengan pembaringan jenazah prosesi pemakaman. Jadi, tidur menghadap ke arah tersebut dianggap tabu untuk orang yang masih hidup.

Mitos Tentang Angka Sial

masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest
masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest

Bagi penduduk Jepang, angka 49 dianggap sebagai hal yang dapat menimbulkan kesialan. Pasalnya, nomor empat memiliki pelafalan mirip dengan kata ‘Shi-nu’ yang dalam bahasa Jepang berarti mati. Sedangkan nomor sembilan memiliki pelafalan yang sama dengan kata ‘Ku-rushi’ yang berarti penderitaan. Oleh sebab itu, angka 49 dianggap memiliki frasa yang mirip dengan kalimat ‘menderita sampai mati’. Penduduk Jepang juga meyakini bahwa ketika uang dengan jumlah genap dapat menyebabkan perpisahan apabila diberikan pada pengantin baru. Sehingga, mereka akan selalu memberikan uang berjumlah ganjil sebagai hadiah pesta pernikahan. 

Percaya Mitos Jika Menginjak Ujung Tikar Tatami Akan Mendapat Kesialan

Tatami adalah tikar khas Jepang yang dibuat dari tenunan jerami dan dipasang sebagai penutup lantai di rumah-rumah/bangunan di Negeri Sakura sana. Nah, bagian ujung tikar biasanya dibungkus dan dihias dengan bahan yang melambangkan keluarga si pemilik rumah. Orang Jepang percaya banget kalau menginjak ujung tatami adalah bentuk ketidakhormatan pada leluhur dan akan mendatangkan kesialan. Jadi, pastikan untuk selalu berjalan di bagian tengah saat melewati lantai yang bertatami, ya!

Mitos Jika Melihat Kucing Membenamkan Muka ke Air Pertanda Besok Akan Hujan

Salah satu mitos paling populer di Jepang adalah: kalau kamu melihat kucing mencuci atau membenamkan mukanya ke air, artinya besok akan hujan! Belum ada bukti sains yang kuat untuk mendukung hipotesis ini, sih, tapi masyarakat Jepang percaya banget sama mitos kuno yang satu ini.

Gunting Kuku Malam Hari Akan Datang Kematian

Pasti ada di antara kamu yang merasa risih ketika melihat kuku yang panjang dan kotor. Kamu pun pasti tak segan memotongnya, ketimbang harus melihatnya terlalu lama dan merasa terganggu.

Tapi ingat, jika kamu sedang berada di Jepang, jangan pernah melakukan ritual menggunting kukumu pada malam hari. Karena penduduk Jepang percaya bahwa dengan menggunting kuku pada malam hari bisa membuat kamu meninggal.

Kabarnya, mitos ini bermula dari kebiasaan penduduk Jepang pada zaman dahulu yang terbiasa memotong kuku dengan menggunakan pisau, bukan gunting kuku seperti saat ini. Kondisi ini tentu saja mengkhawatirkan bagi sebagian orang, karena dianggap berbahaya dan bisa berujung pada kematian.

Mitos Dilarang Bersiul Malam Hari

Larangan bersiul pada malam hari diyakini berasal dari kebiasaan para penjahat di masa lalu. Pencuri, penjahat, atau perampok pada umumnya bekerja di malam hari dan menjadikan siulan sebagai alat untuk berkomunikasi. Takhayul itu kemudian pesat dan masih dipercaya hingga saat ini. Mulai dari mengundang kehadiran penjahat, ular, hingga hantu. Mitos ini mirip dengan mitos yang ada di Indonesia yaa.

Mitos Tentang Etika Sumpit

masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest
masyarakat Jepang masih percaya mitos dan takhayul hingga saat ini. sumber pinterest

Memindahkan makanan dari satu sumpit ke sumpit lainnya dipercaya penduduk Jepang sebagai satu tindakan tabu. Meski tadinya kamu berusaha membantu orang lain untuk mengambilkan makanan yang terlalu jauh dari jangkauannya, hal ini bisa berarti bentuk ketidaksopanan.

Karena cara tersebut biasanya digunakan untuk memindahkan tulang belulang manusia dari sisa kremasi. Begitu pula dengan membentuk tanda X menggunakan sumpit atau menusukkan sumpit hingga berdiri tegak di nasi atau makanan lainnya.

Posisi sumpit tersebut dianggap terlarang, karena biasanya dilakukan pada upacara pemakaman. Sehingga tak boleh dibawa ke kebiasaan sehari-hari agar tidak menimbulkan kesialan.

Beres-Beres Rumah Saat Tahun Baru = Mengusir Dewa-Dewi

Tahun baru merupakan momen sakral bagi penduduk Jepang. Di hari istimewa ini, dewa-dewi dalam ajaran Shinto akan datang ke rumah-rumah warga. Jadi, beres-beres rumah pas tahun baru artinya kamu mengusir kehadiran mereka dari rumah sampai tahun depan. Wah, nggak bakal dapat berkat selama setahun dong, ya?

Larangan Menjemur Pakaian Di Malam Hari

Orang Jepang percaya kalau menggantung pakaian dan menjemurnya di luar rumah pada malam hari akan memancing kehadiran hantu. Kamu mau pakai baju berhantu? Hiiiā€¦ seram!

Selain sembilan mitos diatas, sebenarnya masih banyak mitos-mitos aneh yang beredar dan dipercaya sama masyarakat Jepang. Kalau kalian percaya nggak dengan mitos-mitos diatas?