Jerinx Superman Is Dead saat digandeng di Mapolda Bali dengan tangan diikat kabel ties
Jerinx SID saat digandeng di Mapolda Bali dengan tangan diikat kabel ties. Foto cnnindonesia.com

DOMIGADO – Jerinx Superman Is Dead (SID) hari ini Rabu (12/8/2020) resmi ditahan di Polda Bali dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jerinx ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat jam di Polda Bali. Jerinx dibawa ke RS Bhayangkara Denpasar untuk menjalani rapid test Covid-19, begitu dia ditetapkan sebagai tersangka. Hasilnya pemeriksaan kesehatan, Jerinx dinyatakan nonreaktif. 

Melalui akun Instagramnya @jrxsid pada tanggal 13 Juli lalu, Jerinx Superman Is Dead memposting unggahan bahwa IDI (Ikatan Dokter Indonesia) merupakan kacung dari organisasi kesehatan dunia atau WHO. Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19. Jerinx menjelaskan bahwa unggahan itu dibuat sebagai bentuk kritik terhadap IDI. Tak terima dengan pernyataan tersebut, IDI pun langsung melaporkan Jerinx ke polisi pada 16 Juni 2020. IDI Bali menilai Jerinx telah menyebarkan berita ujaran kebencian dan pencemaran nama baik di media sosial.

Jerinx dengan baju tahanan sebelum masuk sel tahanan.
Jerinx dengan baju tahanan sebelum masuk sel tahanan. Foto: tangkapan layar WAG

Kuasa hukum Jerinx, Wayan Gendo Suardana mengatakan, pihaknya mengutamakan jalur mediasi dan rekosiliasi dalam menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik ini. Jerinx sebelumnya juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun, ia menegaskan ucapan maafnya itu sebagai bentuk rasa empati kepada IDI. Jerinx mengatakan, dia tak ada niatan untuk menyakiti perasaaan IDI. Menurutnya status yang ditulis murni bentuk kritik sebagai warga negara. “Saya ingin menegaskan sekali lagi saya tak punya kebencian dan niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan IDI. Jadi, ini 100 persen sebuah kritikan,” kata Jerinx.

Pria dengan tubuh penuh tato itu meminta agar kritikan yang disampaikannya bisa ditanggapi secara jernih. Menurutnya, jangan menanggapi sebuah kritikan dengan perasaan atau emosi.

“Saya tidak punya kebencian personal kepada IDI. Jadi tolong jangan ditanggapi dengan perasaan,” kata Jerinx.

Jerinx Kooperatif Selama Pemeriksaan

Menurut keterangan Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho pada Rabu (12/8/2020) penetapan tersangka Jerinx sudah berdasarkan SOP dari kepolisian, dan sudah berdasarkan dua alat bukti. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Jerinx langsung ditahan di Mapolda Bali. “Sementara ditahan 20 hari lah,” ucapnya. Yuliar mengatakan Jerinx tak keberatan dengan statusnya yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Kombes Yuliar, selama pemeriksaan, Jerinx bersikap kooperatif. “Selanjutnya Polisi akan mempercepat untuk proses penyidikannya,” jelas Juliar.

Jerinx dikenakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP, sesuai dengan Laporan Polisi No. LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020. Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Postingan Lengkap Jerinx di Instagram

Berikut postingan lengkap Jerinx di Instagram pada 13 Juni 2020 lalu: “Gara-gara bangga jadi kacung WHO IDI dan rumah sakit mewajibkan semua orang yang melahirkan dites Covid-19. Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tesnya bikin stres dan menyebabkan kematian pada bayi/ibu, siapa yang tanggung jawab?”

Ia pun menulis caption dengan: “Bubarkan IDI! Saya enggak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia sampai ada penjelasan perihal ini! Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? tidak. IDI & RS yang mengadu diri mereka sendiri dengan hak-hak rakyat.”

Postingan di IG Jerinx

Sebelum ditahan, Jerinx mengatakan dirinya tidak keberatan dirinnya dipenjara asalkan tidak ada lagi ibu-ibu yang kehilangan bayinya karena prosedur rapid test.

“Pesan saya ke semua media, semoga tidak ada lagi ibu-ibu yang kehilangan calon anaknya karena prosedur rapid test. Saya sekarang disel tidak apa, yang penting tidak ada lagi ibu-ibu yang kehilangan anaknya,” katanya saat diwawancara awak media sebelum masuk ke sel tahanan.

Menurut  kuasa hukum Jerinx kepada awak media “Apa yang dilakukan adalah bentuk kecintaan dia terhadap bangsa ini. Dia ingin rakyat mendapat keadilan,”