sumber pinterest
sumber pinterest

DOMIGADO – Covid-19 (Corona virus) yang awalnya mewabah di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu ini kini semakin menggila. Virus berbahaya ini tak pandang bulu, karena dia bisa menjangkiti siapa saja. Selama lebih dari enam bulan virus Corona belum juga bisa dikendalikan hingga menembus angka lebih dari 12 juta dan masih terus berkembang. Beberapa pemimpin dunia-pun tak mampu terhindar dari serangan Corona virus (Covid-19).

Lalu siapa saja para pemimpin dunia yang sempat dinyatakan positif Corona hingga harus mendapat perawatan intensif, berikut daftarnya.

Donald Trump – Presiden AS

Presiden AS Donald Trump yang positif terjangkit virus corona, bergabung dengan sekelompok kecil pemimpin dunia yang telah terinfeksi. Usia Trump, 74 tahun dan masuk dalam kategori obesitas membuatnya berisiko tinggi mengalami komplikasi serius. Hingga kini, kondisi kesehatan Trump masih menjadi perdebatan. Sejauh ini Trump telah dirawat dengan suntikan koktail obat eksperimental dan obat antivirus remdesivir. Sebagian pemimpin dunia mengirim ucapan kepada Trump agar cepat sembuh. Salah satunya datang dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Boris Johnson – PM Inggris

sumber pinterest
sumber pinterest

Perdana Menteri Inggris ini merupakan pemimpin pertama negara besar dunia yang dikukuhkan terjangkit COVID-19 setelah menghadapi kritik karena meremehkan pandemi. PM Boris Johnson secara resmi mengumumkan sendiri mengenai dirinya yang terjangkit Corona pada 27 Maret 2020. Namun, saat itu dirinya hanya menderita gejala ringan. Dia dipindahkan ke ruang perawatan intensif pada bulan April setelah gejalanya memburuk sehari setelah dirawat di rumah sakit untuk menjalani tes rutin. PM Boris Johnson diberi oksigen tapi tidak membutuhkan ventilator. Hingga pada 27 April, PM Boris Johnson tampil memberikan pernyataan perihal kesembuhannya dari keganasan Covid-19. Ia kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada staf Layanan Kesehatan Nasional yang menyelamatkan nyawanya sementara perawatannya bisa “berbalik ke arah lain”.

Pangeran Charles – Anggota Kerajaan Inggris

Pangeran Charles, yang merupakan pewaris takhta kerajaan Inggris juga terinfeksi virus corona pada bulan Maret dengan gejala ringan. Setelah mendapatkan perawatan intensif, mantan suami mendiang  Lady Diana tersebut kembali pulih.

Jair Bolsonaro – Presiden Brazil

(Brasília – DF, 24/04/2019) Pronunciamento do Presidente da República, Jair Bolsonaro..Foto: Isac Nóbrega/PR

Kepala negara Brazil, Jail Bolsonaro, mengumumkan penyakitnya pada bulan Juli namun dirinya menyatakan jika tidak mengalami gejala-gejala berat. Jail juga menjalani serangkaian tes seperti rontgen paru-paru di rumah sakit militer sebagai tindak pencegahan terhadap Covid-19. Dalam pernyataannya, Jail Bolsonaro secara terbuka menguji penggunaan hidroksiklorokuin, obat malaria yang belum terbukti keampuhannya. Ia mempromosikan hidroksiklorokuin untuk menyembuhkan COVID-19, yang ia sendiri minum.

Selama berbulan-bulan ia telah meremehkan virus corona, menyebutnya sebagai “flu ringan” sementara ia meremehkan pembatasan jarak sosial pada demonstrasi yang ramai dan memberi semangat massa orang sewaktu ia pergi keluar dari istana presiden, sering kali tanpa mengenakan masker.

Juan Orlando Hernandez – Presiden Honduras

Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez mengumumkan positif terinfeksi corona pada bulan Juni, termasuk dua orang yang bekerja dekat bersamanya. Semenjak positif terjangkit corona virus, ia memulai perawatan yang disebut “perawatan MAIZ”, sebuah kombinasi eksperimental dan belum teruji dari beberapa obat yaitu microdacyn, azithromycin, ivermectin dan zinc. Ia sempat dirawat di rumah sakit dan diperbolehkan pulang. Selama perawatan, Hernandez mengatakan dia untuk sementara akan bekerja jarak jauh sambil menjalani pengobatan. Dia mengatakan gejala yang dirasakan tergolong ringan.

Hernandez juga ikut bersuara dalam mengajukan permintaan yang kian besar ke akses yang adil untuk vaksin COVID-19. Ia bertanya kepada para pemimpin dunia dalam pertemuan PBB baru-baru ini, “Apakah orang-orang akan dibiarkan hingga meninggal?”

Alexander Lukashenko – Presiden Belarus

sumber pinterest/reuters
sumber pinterest/reuters

Presiden Belarus yang sebelumnya menuai kontroversi karena menepis kekhawatiran mengenai virus yang disebutnya “psikosis” dan menyarankan mengkonsumsi vodka agar tetap sehat, mengatakan pada bulan Juli, dirinya terinfeksi virus corona tetapi tanpa gejala. Dalam pidatonya, dia menambahkan bahwa ia “hidup bersama virus ini” dan merekomendasikan agar warga menikmati sauna tradisional atau minum vodka “untuk membunuh virus”. Presiden yang berkuasa semenjak 1994 tersebut juga meminta maaf atas segala pernyataan dan ucapannya yang terlalu banyak.

Belarus merupakan satu dari beberapa negara yang tidak mengambil tindakan komprehensif terhadap virus tersebut. Pejabat penting lainnya di bekas negara Soviet, yang dikukuhkan positif terkena virus itu, di antaranya Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan dan Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin.