DOMIGADO – Mendengar istilah “indigo” pasti sebagian orang akan mengernyitkan dahi. Ada efek kejut. Ciri-ciri anak indigo dewasa bisa menarik untuk diketahui. Mengutip dari Wikipedia, anak indigo merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan yang bersifat supranatural, serta memiliki pemikiran nalar di luar pemikiran anak-anak pada umumnya. Belakangan ini anak indigo menjadi fenomena baru dalam perkembangan anak. Konsep anak indigo sebenarya sudah muncul sejak 1970-an silam. Konsep ini terus berkembang dan makin menarik khalayak umum khususnya orang tua.

Ilustrasi anak indigo dewasa
Ilustrasi orang dengan kemampuan indigo

Ciri-ciri anak indigo dewasa bisa dilihat dari tingkah laku dan kebiasaannya. Anak-anak Indigo dianggap sebagai pemikir bebas dengan wawasan mendalam tentang kondisi manusia dan kemampuan untuk melihat kebenaran dengan jelas. Ciri-ciri anak indigo dewasa kerap kali dilihat dari sikapnya yang lebih dewasa dari anak seusianya. Meski tak ada bukti atau penelitian ilmiah mengenai bagaimana tepatnya ciri-ciri anak indigo dewasa, ada banyak karakteristik berbeda dari seorang anak indigo. Ciri-ciri anak indigo dewasa juga dianggap memiliki intuisi yang kuat dan beragam karunia rohani seperti kemampuan berkomunikasi dengan pembimbing roh atau mendapat penglihatan khusus. Istilahnya memiliki indra ke enam.

Siapa Anak Indigo?

Indigo adalah fenomena di mana manusia memiliki ketajaman indra ke enam. Istilah indigo merujuk pada spektrum warna nila yang terletak di antara biru dan violet. Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan oleh cenayang Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an. Dalam bukunya, Tappe menyadari bahwa ada banyak anak yang lahir dengan aura “indigo”. Sebelumnya, bidang aurik diharapkan menjadi warna pelangi, tetapi bidang Indigos didominasi oleh warna biru nila, membentuk perubahan arah bagi umat manusia. Menurut Tappe, ada beberapa jenis anak indigo, meskipun mereka semua memiliki beberapa sifat yang sama, termasuk: rasa superioritas, kesulitan dengan figur otoritas, penolakan untuk melakukan hal-hal rutin, dan tidak responsif terhadap tindakan disipliner tertentu.

Ilustrasi anak Indigo
Ilustrasi Indigo

Tappe dan para pengikutnya percaya bahwa anak-anak indigo yang menunjukkan ciri-ciri anak indigo dewasa ini memiliki pengetahuan yang lebih unggul dari orang dewasa mana pun dan akan membantu membawa teknologi yang sampai saat ini tidak terbayangkan ke dunia. Namun, psikolog dan dokter percaya bahwa anak-anak yang menunjukkan sifat-sifat ini memiliki kelainan yang perlu diobati.

Pro Kontra Konsep Anak Indigo

Kini mulai banyak anak yang dilabeli indigo didiagnosis mengidap attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Dalam bukunya Tober dan Carroll yang berjudul The Indigo Children, mereka menghubungkan konsep indigo dengan diagnosis ADHD. Semua anak Indigo cenderung memiliki IQ tinggi dan kepercayaan diri, yang bertepatan dengan “resistensi terhadap otoritas” dan “kecenderungan yang mengganggu,” sifat ini secara kebetulan, terlihat pada anak-anak dengan A.D.D. atau A.D.H.D. Bagi sebagian orang tua, lebih mudah mengaitkan masalah perilaku anak mereka dengan kualitas manusia super, daripada mendiagnosis mereka dengan kelainan. Menurut psikolog Russell Barkley, pergerakan Zaman Baru belum menghasilkan satu bukti pun mengenai keberadaan anak indigo, dan 17 sifat yang dikaitkan dengan anak indigo terlalu umum sehingga dapat dikaitkan dengan banyak orang. Kurangnya dasar ilmiah untuk konsep indigo diakui oleh beberapa tokoh pendukung indigo seperti Doreen Virtue, pengarang buku The Care and Feeding of Indigos, dan James Twyman, pembuat film indigo. Ahli kesehatan kejiwaan juga khawatir karena pelabelan indigo dapat menghambat diagnosis dan penanganan yang tepat pada masalah psikologis anak yang sesungguhnya.