penggunaan produk hand sanitizer
Ilustrasi penggunaan hand sanitizer (foto: Goffkein/freepik)

DOMIGADO – Produk Hand sanitizer atau cairan pembersih tangan adalah salah satu yang banyak disebut di tengah upaya pencegahah virus corona (Covid-19). Kerap kali saat kita bepergian, kita akan sulit untuk menemukan air bersih dan sabun antiseptic untuk mencuci tangan, nah disinilah kamu bisa menggunakan produk hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman.

Sebab menurut ahli dan para dokter, tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering menjadi media penularan infeksi. Kuman dan bakteri memang ada di mana-mana, di permukaan sandaran tunggu angkutan umum, di gagang pintu, atau juga perkakas rumah tangga. Perwujudannya tak kasat mata, tapi kontak tangan dengan sumber-sumber penyakit tersebut sering terjadi.

Satu pertanyaan yang penting adalah, sudah amankan hand sanitizer milik kamu untuk kesehatan? Tentunya kita harus berhati-hati dalam memilih Hand sanitizer yang kita gunakan. Mengingat kebutuhan hand sanitizer di pasaran yang kian meningkat, kemunculan produk-produk hand sanitizer palsu juga kian marak. Sebagai konsumen yang cerdas, pastikan kamu bisa membedakan produk hand sanitizer yang asli dengan yang palsu.

Bagaimana membedakan produk Hand sanitizer asli dan palsu

Untuk membedakan mana produk hand sanitizer asli dan palsu, berikut komponen yang harus diperhatikan.

Produk Hand satizer palsu juga kian marak beredar dipasaran
Produk Hand satizer palsu juga kian marak beredar dipasaran (ilustrasi foto: Shutterstuck)

1.  Memiliki nomor registrasi resmi

Poin pertama yang harus diperhatikan sebelum membeli produk kesehatan adalah adanya nomor registrasi dengan kode PKD atau PKL, diikuti angka-angka sebagai nomor registrasi, bukan kode BPOM. Hal ini diatur dalam Permenkes RI No. 62 Tahun 2010 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Hand sanitizerter masuk dalam kategori perbekalan Kesehatan RumahTangga (PKRT) yang diproduksi, diimpor, dikemas ulang, dan diedarkan dengan izin dari Kementrian Kesehatan.

Dengan kata lain bukan di bawah wewenang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).Sementara itu, PKD menandakan produk hand sanitizer diproduksi di dalam negeri. PKL, menandakan produk tersebut merupakan produk yang diimpor dari luar negeri dan sudah memenuhi persyaratan keamanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

2. Terdaftar resmi di lembaga pemerintah

Langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan yaitu mengecek apakah nomor registrasi yang tertera di produk terdaftar di lembaga resmi pemerintah. Anda bisa mengeceknya di laman info alkes.kemkes.go.id/. Jangan lupa untuk mengecek izin edar, nama produk, pendaftar maupun kabupaten atau kota pendaftar pada kolom pencarian di laman yang sama.

3. Baca kemasan dengan seksama

Parameter lain yang bisa dijadikan indikator saat memilih hand sanitizer asli adalah dengan membaca bagian kemasan secara menyeluruh. Pastikan kemasan hand sanitizer memuat informasi penting seperti yang direkomendasikan WHO, antara lain:

  • Nama pabrik atau institusi yang memproduksi
  • Mencantumkan formula sesuai rekomendasi WHO
  • Ada label “hanya untuk penggunaan di luar
  • Terdapat label “hindari kontak dengan mata”
  • Mencantumkan label “jauhkan dari jangkauan anak-anak”
  • Tercantum kode dan tanggal produksi
  • Mencantumkan detail komposisi produk
  • Mencantumkan label “mudah terbakar”
Produk hand sanitizer dengan kadar alkohol 70 persen adalah yang paling efektif
Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70 persen adalah yang paling efektif (foto: istock)