Ibarat roda yang selalu berputar, trend fashion juga akan selalu datang dan pergi. Di Paris Fashion Week Fall 2020 yang di selenggarakan di bulan februari lalu, baju berbahan latex kembali menjadi tren setelah menghilang beberapa tahun belakangan.

Di sekitar tahun 2017-2018, tren fashion pernah diwarnai dengan kehadiran busana-busana latex. Karakter baju berbahan Latex yang mengapas di badan dan bertekstur licin terlihat semakin mempertegas bentuk tubuh dan terlihat begitu seksi.

Dari catwalk sampai red carpet, latex dalam rupa gaun atau celana hampir tak pernah absen. sebut saja Kim Kardashian, Kendall Jenner, Kylie Jenner, Bella Hadid, Rita Ora hingga Beyonce, mereka beberapa kali terlihat mengenakan pakaian dari bahan tersebut.

Di Indonesia, beberapa artis dan influencer pernah mengenakan baju berbahan Latex juga. Ada Jessica Iskandar, Ashanty, Aurel Hermansyah, Syahrini, hingga Awkarin pun memposting dirinya menggunakan baju dengan bahan Latex di akun media sosialnya,

Sampai akhirnya masa kejayaan latex mulai meredup kala kala tren baju longgar mulai mendominasi ranah fashion. Tren busana latex yang merengkuh tubuh dengan ketatnya lantas tergantikan dengan pilihan pakaian longgar yang nyaman.

Melansir dari laman Wolipop (05/04/2020), di Paris Fashion Week Fall 2020 yang baru saja rampung digelar, busana latex kembali dilirik oleh para desainer top dunia sebagai kunci tren setahun ke depan. Salah satunya Desainer Balmain di bawah arahan direktur kreatifnya, Olivier Rousteing.

Desainer 33 tahun itu meramu latex ke dalam siluet yang lebih bervariasi. Di catwalk, bahkan muncul satu setelan penuh latex lengkap dengan blazer bergaya 80-an dalam warna yang sama. Ada kesan futuristik yang terpancar dari look tersebut. Blazer berbahan latex lantas menjadi opsi untuk dipakai saat acara formal tanpa terkesan terlalu seksi.

Setelan yang sama dipakai pula oleh Kim dan Khloe Kardashian saat menghadiri acara tersebut. Maka bukan tak mungkin latex bakal menjadi salah satu kunci tren fashion dalam waktu dekat.

Busana berbahan latex turut mendominasi koleksi Saint Laurent untuk musim gugur 2020. Kali ini, celana latex hadir dalam warna yang vibrant, menemani atasan bergaya formal dan kasual dalam nuansa jenaka.

Di koleksi terbaru Louis Vuitton, desainer Nicolas Ghesquiere menyelipkan elemen latex sebagai aksen. Misal menjadikannya ruffle pada bagian rok pendek megar bergaya victorian.

Laman Alinavlad, yang sempat mengulas soal latex yang kian jadi tren mengungkapkan, penting untuk memilih padu-padan agar orang tak salah kaprah melihat gaya busana latex. Ini tak lepas dari gaya busana latex yang memiliki tampilan ketat dan berkilau.

“Jika dikenakan dengan benar, maka sangat cocok untuk segala usia dan sebagian besar acara.”

“Namun jika itu dipasangkan secara salah, semisal dengan potongan terlalu “terbuka” dan riasan berlebihan—maka cenderung terlihat ‘murahan’,” demikian kutipan di Alinavlad.

Untuk melengkapi tampilan dengan gaya busana latex, ada beberapa rekomendasi potongan kontras yang bisa dipilih, seperti cotton shirts, sneakers, chunky sweaters, checkered prints, hingga faux furs.

Jika ingin mengenakan rok mini berbahan latex, maka disarankan memadukan dengan kaus oblong, turtleneck, mantel dan ankle boots. Potongan tersebut tidak berlebihan, karena tertutup dan tidak membuat kesan ‘murahan’ bagi pengguna gaya busana berbahan latex.

Outfit dengan bahan latex selalu sukses membuat penampilan menjadi pusat perhatian. Bahan yang terlihat berkilau membuat ilusi tubuh terlihat lebih menarik. Bahan latex memang menggunakan 20 hingga 40% dari karet sehingga ketika bahan latex tersebut diterapkan pada outfit maka akan cenderung mengikuti lekuk tubuh sehingga tampilan akan terlihat lebih menawan. Bahannya yang cenderung berkilau membuat outfit dengan bahan latex ini, terlihat lebih glamour. Untuk kamu yang tertarik dengan tampilan beda, kamu bisa mencoba menggunakan outfit berbahan latex. Namun jika kamu suka tampilan yang mainstream,kamu bisa menggunakan outfit dengan bahan latex hanya 30 hingga 40% dari keseluruhan outfit kamu.