Marah kepada pasangan
Marah kepada pasangan

DOMIGADO – Kamu pasti pernah kan merasa emosi dengan pasangan sampai ingin marah? Kalau kamu tergolong orang yang emosional dan gampang marah, coba untuk berfikir lagi. Apakah harus mengekspresikan rasa kesal kamu itu dengan marah-marah?

Menurut sebuah artikel yang dimuat di PsychCentral, dalam sebuah hubungan, emosi sering kali timbul sebagai reaksi karena kamu tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau harapkan dari pasangan. Hal ini bisa berupa apa saja, baik kebutuhan fisik, emosional, atau hal lainnya.

Akan tetapi, menumpuknya rasa amarah dan emosi hingga akhirnya memuncak biasanya diawali dengan adanya denial atau menolak mengakui fakta yang terjadi dalam hubungan.

Tumpukan rasa kecewa bisa jika dibiarkan akan meledak jadi amarah

Misalnya, kamu menolak mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan membuat kecewa sehingga kamu membiarkan perasaan kecewa tersebut terpendam di dalam diri untuk waktu yang lama. Dengan begitu, kamu menolak untuk menghadapi perasaan dan mengakui kebutuhan kamu dari pasangan.

Sehingga, lambat laun perasaan kecewa tersebut kian menumpuk sampai-sampai kamu tak tahan lagi, sementara yang pasangan tahu kamu sedang baik-baik saja. Hal ini lah yang menjadi pemicu menjadi mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi terhadap pasangan karena kekesalan yang terpendam sudah berlarut.

Ilustrasi foto. freepik

Kalau kamu merasa kesulitan untuk meredam emosi marah kamu kepada pasangan, berikut ini tips kontrol emosi saat marah dengan pasangan.

Menerima dan memahami perasaanmu

Sebelum menyampaikan perasaan terhadap pasangan, kamu harus memahami terlebih dahulu apa yang kamu rasakan. Apakah benar bahwa perasaan kecewa yang kamu miliki itu berasal dari pasangan? Atau justru perasaan tersebut timbul atas harapan yang kamu miliki terhadap pasangan?

Daripada marah-marah, sebaiknya cobalah untuk mengendalikan emosi terhadap pasangan dengan cara membicarakan apa yang kamu rasakan. Cari waktu yang tepat untuk membicarakannya. Hal seperti ini paling nyaman jika dibicarakan saat kamu dan pasangan sedang dalam suasana hati yang baik.

Diskusikan dengan pasangan perasaan-perasaan yang kamu miliki secara terbuka. Sampaikan dengan lugas tanpa memojokkan dan dengan kondisi di mana kamu ingin mencari solusi dari perasaan-perasaan negatif yang kamu miliki terhadap pasangan.

Dengan mengendalikan diri dan mendiskusikannya bersama-sama dengan pasangan, kamu mungkin akan menemukan ‘jalan tengah’ dari perasaan yang kamu miliki tanpa perlu emosi terhadap pasangan.

Konflik dengan pasangan .Foto: Huffingtonpost
Konflik dengan pasangan .Foto: Huffingtonpost

Gunakan bahasa yang baik

Sampaikan perasaan dengan lugas, tetapi tetap dengan bahasa yang baik dan enak didengar. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan emosi terhadap pasangan adalah tidak menggunakan kalimat yang memojokkan atau menuduh pasangan.

Misalnya, jika merasa kecewa atau kesal dengan suatu hal yang dilakukan oleh pasangan, sampaikan perasaan tersebut dengan menunjukkan bahwa kamu kesal terhadap hal tersebut, bukan terhadap pasangan. Ungkapkan bahwa jika hal tersebut tidak terjadi, kamu akan merasa jauh lebih baik.

Hal ini membuat pasangan kamu lebih mudah memahami apa yang dapat membuat kamu senang dan apa yang membuat kamu kecewa. Ini merupakan salah satu cara mengendalikan emosi terhadap pasangan, karena dengan cara ini kamu juga berusaha mengomunikasikan apa yang kamu rasakan.

Ilustrasi Kecewa

Beri jeda waktu

Saat kamu sudah mulai merasa kesal, beri jeda waktu pada diri sendiri sebelum mengungkapkan apa yang dirasakan terhadap pasangan. Hal ini sangat membantu dalam mengendalikan emosi yang kamu rasakan terhadap pasangan. Hindari berbicara dalam kondisi hati sedang ‘panas’ terbakar emosi.

Mengapa hal tersebut harus dihindari? Sebab saat sedang marah, kamu mungkin saja mengungkapkan kata-kata kasar atau kalimat jahat yang sebenarnya tidak ingin dikatakan. Oleh karena itu, daripada menyesali kata yang terlanjur keluar dari mulut kamu, sebaiknya beri jeda waktu, tarik nafas yang panjang, dan jernihkan pikiran terlebih dahulu.