Jersey selalu dianggap sebagai representasi wajah sebuah klub. Berbagai pendukung dari seluruh penjuru dunia juga berlomba-lomba mendukung tim kesayangannya. Tidak hanya hasil pertandingan ataupun kemampuan tiap pemain yang diperhatikan, kostum yang digunakan tiap tim juga mencuri perhatian para supporter masing-masing.

Klub-klub sepak bola terkenal menggandeng beberapa apparel terkenal untuk jersey mereka. Beberapa apparel membuat desain jkostum yang keren dan modis untuk memuaskan fans. Selain itu pembelian kostum di official store akan menambah pundi-pundi keuangan mereka.

Manchester United masih menjadi raja dalam penjualan jersey di dunia. Mereka berhasil menjual rata-rata 1,85 juta jersey per tahun selama lima tahun terakhir. Padahal prestasi mereka dalam lima tahun terakhir mengalami penurunan. Klub elite Spanyol, Real Madrid, berada pada urutan kedua dengan rataan penjualan 1,65 juta jersey per tahun.

Namun ada juga beberapa kostum yang dianggap kurang dalam hal desain di beberapa dekade terakhir ini. Berikut adalah deretan 10 jersey terburuk klub sepak bola versi Domigado.com.

1. Colorado Caribous – 1978

Jersey ini nampak seperti kaos polo dengan sentuhan ala koboi  dan pada 2009, seragam itu dipilih sebagai “seragam sepak bola terburuk dalam sejarah” oleh para pembaca situs desain olahraga Uni Watch. The Colorado Caribous adalah tim sepak bola profesional yang berbasis di Denver, Colorado, yang bermain di Liga Sepak Bola Amerika Utara.

2. Athletic Bilbao – 2004

Klub asal Spanyol memang doyan merilis jersey aneh-aneh ya termasuk dari salah satu  klub La Liga, Athletic Bilbao. Artis asal Basque, Dario Urzay, merancang kaos ini untuk menandai ulang tahun ke-100 Athletic Bilbao, mereka hanya mengenakannya dalam waktu singkat di Piala UEFA pada 2004. Kemeja itu seharusnya membangkitkan percikan semangat, tetapi lebih mirip seperti uraian pabrik selai strawberry.

3. Palencia – 2015

Desain dari produsen Kappa ini seperti menggambarkan desain otot dan tulang manusia seakan pemakainya tidak memiliki kulit luar.  Pilihan tersebut ternyata memiliki filosofi tersendiri lho, selain untuk mengganggu konsentrasi lawan karena motif yang aneh, Palencia seakan menunjukkan bahwa mereka telah memberikan kulit mereka demi mendapatkan tiket promosi ke kasta yang lebih tinggi.

Club Deportivo Palencia Balompié adalah tim sepak bola Spanyol yang berbasis di Palencia, di komunitas otonom Castile and León. Didirikan pada 2011, bermain di Segunda División B, kandangnya di La Balastera, dengan kapasitas 8.070 kursi.

4. Cultural Leonesa 2014

Menjelang musim 2014-15, klub merilis kit yang dirancang agar terlihat seperti tuksedo. Jersey ini menarik perhatian besar di media dan situs jejaring sosial, dikenakan dalam pertandingan amal pra-musim dalam mendukung amal lokal untuk keluarga pertambangan. Asal jangan buat ke kantor ya.

Cultural Leonesa, adalah tim sepak bola Spanyol yang berbasis di León, di komunitas otonom Castile dan León. Didirikan pada 5 Agustus 1923, saat ini bermain di Segunda División B – Group 1, mengadakan pertandingan kandang di Estadio Reino de León, dengan kapasitas 13.500 kursi.

5. Manchester United – 2019/2020

Jersey tandang Manchester United juga mendapat kritik dari fans. Adidas membuat jersey dengan sentuhan savannah-toned.

Namun sentuhan mosaik malah membuat jersey ini menjadi aneh. Bayangkan apa yang yang akan terjadi pada wajah Phil Jones.

6. Chelsea  – 94/96

Pemain-pemain Chelsea saat itu bakan seperti terlihat buruk dengan jersey tersebut. Perpaduan warna orange, biru, abu-abu dan putih terlihat sangat aneh. Bahkan Logo Chelsea di jersey ini terlihat sangat ganjil.

7. Manchester City – 2019/2020

Jersey ketiga Manchester City menggunakan kombinasi hijau muda dan oranye. Fans di Inggris malah menyebutnya dengan minuman Slush Puppie. Mereka beranggapan kombinasi sepak bola dengan minuman es manis tersebut sangat tidak cocok.