Pertemanan jadi persahabatan
Ilustrasi Pertemanan jadi persahabatan

DOMIGADO – Semua orang di dunia ini pasti memiliki sahabat. Sahabat akan selalu menemani kita dalam segala kondisi, baik saat kita sedang di masa duka ataupun suka. Mungkin jika tanpa sahabat hidup kita akan terasa sepi, bahkan kita tak tahu harus bercerita kemana ketika kita sedang dilanda suatu masalah. Kita akan membahas naiknya hubungan level pertemanan menjadi persahabatan.

Hubungan persahabatan tidak terbentuk begitu saja. Ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum pertemanan menjadi persahabatan. Simak ulasan di bawah ini.

1. Mengenal piramida persahabatan terlebih dahulu

Sebelum beranjak lebih jauh, mari kita mengenal konsep tentang piramida persahabatan. Menurut Jermaine Tucker dalam Humans, setidaknya ada lima tahapan dalam konsep tersebut. Dari urutan paling bawah adalah stranger (orang asing), acquaintance (sebatas kenal), casual friends (teman biasa), close friends (teman dekat) dan intimate friends (teman yang intim dan akrab).

Untuk menjadi sahabat, seseorang harus melalui tahapan mulai dari bawah hingga atas. Namun, tentu saja kita tidak bisa serta merta mempercayai orang asing menjadi sahabat. Harus ada tahapan yang dilalui terlebih dahulu, yang memerlukan effort, tenaga dan waktu untuk menjaga pertemanan tersebut.

ilustrasi pertemanan menjadi persahabatan

2. Mari kita mulai dari fase stranger (orang asing)

Kita bertemu dengan banyak orang asing setiap harinya. Sebagian besar hanya sekadar lewat lalu pergi, namun ada juga yang akhirnya kita kenal. Misalnya, orang yang sama-sama mengantri di kasir swalayan dan tetangga jauh yang namanya tidak kita ketahui adalah orang asing bagi kita.

Tahap stranger ini didefinisikan dari kurangnya kesadaran akan keberadaan orang lain. Ini merupakan tahap terbawah dari piramida persahabatan. Kesan pertama sangatlah penting untuk mencapai tahap selanjutnya. Jika kesan pertama buruk, maka kemungkinan hubungan ini tidak akan berkembang. Sebaliknya, jika kesan pertama baik, maka akan mengarah pada interaksi dan membuka pintu ke tahap selanjutnya.

3. Berlanjut ke tahap acquaintance (sekadar kenal)

Tahap selanjutnya adalah acquaintance (sekadar kenal). Di tahap ini, kita mengenal sedikit tentang orang itu, namun tidak sampai mendalam dan tidak terlalu banyak berinteraksi juga. Contoh acquaintance adalah teman kelas sebelah atau rekan kerja.

Seorang kenalan bisa jadi kita temui sehari-hari, namun interaksinya lebih banyak basa-basi saja. They are not actual friend to us, karena interaksi yang minim, kurang kedekatan dan tidak mengenal lebih dalam. Namun, kita bisa mengubahnya menjadi teman jika kamu dan orang tersebut lebih banyak menghabiskan waktu berdua.

casual friends
casual friends