manfaat rumput mutiara
rumput mutiara 1.jpg (id.wikipedia.org)

Mengutip dari laman sehatq.com, penelitian tentang tanaman atau jenis makanan yang bisa berkhasiat mencegah penyakit kanker terus berkembang. Salah satu yang populer disebut-sebut adalah manfaat rumput mutiara atau Hedyotis corymbosa. Tanaman yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama snake-needle grass ini diyakini dapat mengatasi kanker paru-paru.

Di Indonesia, pengobatan alternatif punya popularitas tersendiri. Termasuk penggunaan rumput mutiara yang – meskipun belum terbukti secara ilmiah – dianggap bisa mencegah atau mengatasi kanker. Tak hanya di tanah air, popularitas manfaat rumput mutiara juga membuatnya kerap dijadikan pengobatan antikanker di India, Tiongkok, juga negara-negara lain di Asia Tenggara.

Mengenal rumput mutiara

Rumput mutiara biasanya tumbuh dengan tinggi 15-50 cm dan bisa tumbuh subur di tanah lembap. Ciri khas lain dari rumput mutiara adalah bagian ujung daunnya yang sedikit berbulu. Bunga dari rumput mutiara muncul dari aksila, sudut antara batang dan tangkai daun.

manfaat rumput mutiara
manfaat rumput mutiara

Jika melihat sekilas, rumput mutiara tidak berbeda dengan rumput semak-semak kebanyakan. Terlebih, rumput mutiara biasanya banyak tumbuh di pinggir jalan. Padahal, bisa jadi rumput mutiara menyimpan khasiat yang tak bisa diremehkan.

Secara rasa, karakter dari rumput mutiara adalah sedikit pahit, lembut, dan netral. Sejak dulu, banyak penelitian menyebut rumput mutiara kerap dikonsumsi untuk mengatasi demam. Kini, rumput mutiara juga dikenal dengan khasiatnya yang diduga dapat mengatasi kanker.

Pada tahun 2009 lalu, tim mahasiswa dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta menyabet juara berkat karya ilmiah mereka berjudul “Potensi Kemopreventif Ekstrak Etanolik Rumput Mutiara). Dalam penelitiannya, tim yang terdiri dari tiga mahasiswa ini mencari hubungan antara rumput mutiara dengan penyakit kanker.

Masih dari penelitian mahasiswa dari UGM, mereka melakukan uji coba laboratorium terhadap tikus putih. Sebelumnya, mereka mengetahui kandungan senyawa aktif dalam rumput mutiara berupa asam ursolat dan asam uleanolat.

senyawa aktif asam ursolat rumput mutiara
senyawa aktif asam ursolat rumput mutiara

Kedua senyawa aktif ini dikenal bisa mencegah pembelahan sel kanker menjadi lebih ganas. Ketika melakukan uji coba, tikus putih sebelumnya diberi induksi oral senyawa karsinogen yang merangsang pertumbuhan kanker.