terlalu sering mengonsumsi daging merah justru dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan, source pinterest
terlalu sering mengonsumsi daging merah justru dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan, source pinterest

Domigado – Suka makan daging merah, seperti steak daging sapi, sate kambing, atau sosis sapi? Daging merah merupakan salah satu sumber protein sehat yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat ini bermanfaat untuk membangun jaringan tubuh, produksi antibodi dalam sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Menariknya lagi, daging merah mengandung semua asam amino esensial. Sesuai sebutannya, daging merah adalah daging yang saat belum dimasak berwarna merah. Daging ini bisa diolah dan diawetkan menjadi daging asap, sosis, rendang, ham, bakso sapi, ataupun daging isian burger (patty).

Daging merah sebenarnya sumber protein, zat besi, vitamin, serta mineral yang baik bagi tubuh. Namun hati-hati, terlalu sering mengonsumsi daging jenis ini justru dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan dan menimbulkan berbagai penyakit. Banyak penyakit yang bisa muncul akibat sering mengonsumsi daging merah, antara lain kanker usus besar, kanker pankreas , kanker payudara, penyakit jantung , dan diabetes.

Memilih Jenis dan Mengganti Cara Pengolahan

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah memang bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, namun bukan berarti kamu tidak boleh makan daging merah sama sekali. Daging merah tetap boleh dikonsumsi kok, hanya saja kamu perlu meperhatikan porsi dan cara pengolahannya.

Menurut artikel kesehatan alodoc, perlu diketahui bahwa 100 gram daging merah adalah jumlah maksimal yang boleh dikonsumsi per hari. Sebagai perkiraan, 100 gram daging merah kurang lebih sebesar setengah lembar roti tawar. Sementara untuk daging merah olahan, seperti sosis dan ham, konsumsinya disarankan tidak melebihi 70 gram per hari. Selain itu, pilih daging yang kandungan lemaknya sedikit.

terlalu sering mengonsumsi daging merah justru dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan, source pinterest
terlalu sering mengonsumsi daging merah justru dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan, source pinterest

Jika kamu gemar mengonsumsi daging merah, berikut adalah beberapa cara mengolah daging merah agar tetap sehat untuk dikonsumsi:

  • Konsumsilah daging merah tanpa lemak, terutama daging yang berakhiran ’loin’, seperti tenderloin dan sirloin.
  • Ganti daging sapi atau kambing dengan daging ayam atau makanan laut. Perlu kamu ketahui, daging ayam juga merupakan sumber protein hewani yang baik, karena mengandung asam amino esensial yang lengkap.
  • Saat memasak makanan menggunakan sosis sapi, perbanyak sayuran dan ganti sebagian sosis dengan potongan daging ayam.
  • Hilangkan lemak daging sebelum dimasak. Lemak daging dapat meningkatkan kolesterol ‘buruk’ pada tubuh dan menyebabkan risiko penyakit jantung. The American Heart Association merekomendasikan membatasi lemak jenuh 5 hingga 6 persen dari total kalori.
  • Mengolah daging merah dalam suhu tinggi dapat membuat makanan tersebut mengeluarkan zat yang meningkatkan risiko kanker. Oleh karena itu, hindari memanggang dan menggoreng daging merah dengan suhu panas yang terlalu tinggi. Gunakan suhu menengah, namun masak sedikit lebih lama.
  • Bolak-balik daging sesering mungkin saat memanggang atau menggoreng.
  • Pastikan daging dimasak dengan durasi yang cukup hingga kuman di dalamnya mati, namun hindari memasaknya hingga terlalu matang. Daging merah yang terlalu matang justru lebih banyak mengandung bahan penyebab kanker.
  • Olah daging merah dengan cara dipanggang, ditumis, dikukus, atau dijadikan sop. Buang lemak setelah daging matang berwarna kecoklatan.
  • Buang kulit dan lemak di bawah kulit sebelum diolah.

Mengonsumsi daging merah boleh-boleh saja, namun kamu harus memerhatikan porsi dan cara memasaknya. Agar kesehatan tubuhmu terjaga dengan baik, selain menerapkan pola makan yangs sehat, kamu juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta berhenti merokok.

Itulah cara-cara mengolah daging merah yang sehat agar tetap aman untuk dikonsumsi. Semoga bermanfaat yaa!