Tidak sedikit wanita yang gemar menggunakan high heels atau sepatu hak tinggi saat bekerja atau sekedar bepergian. Sepatu berhak tinggi memang membuat si pemakai terlihat lebih tinggi, betis yang lebih jenjang, dan terlihat lebih seksi.

Namun sayangnya, banyak wanita yang masih mengabaikan kenyamanan yang akan meningkatkan resiko mengalami keluhan-keluhan fisik yang berkelanjutan hanya demi mendapatkan penampilan tersebut.

Sepatu dengan hak tinggi sejatinya hanya memberikan tekanan pada telapak kaki bagian depan (bola kaki depan) secara berlebihan. Tidak hanya itu, beban tubuh yang hanya berpusat pada bagian tertentu agar keseimbangan tubuh tetap terjaga, akan beresiko dalam jangka panjang seperti perubahan postur tubuh yang berujung pada timbulnya berbagai gangguan tubuh lain.

Beban tubuh yang ikut tergeser ke arah depan menyebabkan kaki harus menumpu tambahan beban tubuh sebesar 20 persen. Bagian tubuh bagian bawah yang condong ke depan seperti pinggul dan lutut, akan membuat tubuh bagian atas seperti punggung bagian atas harus lebih condong ke belakang.

Tidak hanya itu, Ketika berjalan menggunakan sepatu high heels, otot-otot pinggul dan lutut yang juga berperan besar dalam setiap pergerakan kaki, akan berkerja lebih keras. Posisi ini akan membuat lutut mendapat tekanan besar lebih serang, dan tentu saja hal ini akan berbahaya. Di samping membatasi pergerakan dan tenaga dari sendi pergelangan kaki, sepatu hak tinggi juga akan membuat lutut tetap dalam posisi bengkok ketika berjalan.

Dilansir dari halaman Alodokter, dalam jangka panjang, perubahan-perubahn postur tubuh seperti yang disebutkan diatas akan mendatangkan resiko beberapa penyakit berikut ini.

Osteoartritis

Tekanan pada lutut akibat penggunaan high heels atau sepatu hak tinggi bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya osteoarthritis. Kondisi ini terjadi karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi yang mengakibatkan peradangan dan rasa nyeri.

Achilles tendinitis

Tendon Achilles adalah jaringan ikat yang berperan penting pada pergerakan kaki ketika berjalan. Pemakaian hak tinggi secara terus-menerus dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan peradangan pada tendon ini dan menyebabkan tendinitis.

Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan pada tendon Achilles atau jaringan ikat yang menghubungkan otot betis di kaki bawah bagian belakang ke tulang tumit. Selain otot betis yang terasa menegang saat meregangkan kaki, penyakit ini ditandai dengan nyeri dan bengkak pada tumit ketika berjalan. Jika sering terkena radang atau cedera, tendon Achilles akan berisiko robek. Kondisi ini akan membuat kesulitan dan rasa sakit saat berjalan.

Metatarsalgia

Sepatu dengan hak yang tinggi dan runcing mendatangkan tekanan berlebihan pada telapak kaki bagian depan atau tepat di bawah jari kaki. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit akut pada area tersebut yang jika tidak segera ditangani akan terasa dalam jangka panjang atau bahkan menyebabkan keretakan pada tulang kaki.

Siatika

Pertambahan beban pada jari-jari kaki membuat tubuh condong ke depan saat berdiri dan berjalan. Akibatnya, terjadi tekanan berlebihan pada lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah. Perubahan postur itulah yang  menyebabkan skiatika, yaitu kondisi saat saraf skiatik terjepit dan menyebabkan nyeri, serta mati rasa hingga pada kaki bagian bawah. Jika selain gejala tersebut terdapat gejala lain, seperti kesulitan mengendalikan berkemih atau BAB dan kelemahan pada kaki, maka perlu untuk segera berobat ke dokter untuk mencegah komplikasi berlanjut.

Plantar fasciitis

Beberapa wanita yang mengenakan high heels sering mengalami pemendekan tendon Achilles akibat tumit yang meninggi. Padahal tendon ini didesain untuk dapat bergerak secara fleksibel. Kondisi ini memicu terjadinya plantar fasciitis, yaitu peradangan dan nyeri pada plantar fascia (jaringan tebal di bagian bawah kaki yang menghubungkan tulang tumit ke jari kaki).

Bengkoknya jari kaki

Tekanan secara terus-menerus pada telapak kaki bagian depan akibat penggunaan sepatu hak tinggi, terutama yang berujung lancip atau yang ukurannya terlalu kecil dapat mengakibatkan kelainan bentuk kaki seperti,

Hammer toes: kondisi saat tiga jari kaki paling tengah menjadi bengkok.

Bunion: benjolan tulang pada sendi di pangkal jempol kaki.

Fraktur halus

Sepatu dengan hak yang sangat tinggi dapat menekan tulang telapak dan jari-jari kaki serta saraf-saraf di sekelilingnya. Tekanan secara terus-menerus pada tulang-tulang ini dapat berisiko memicu keretakan atau fraktur halus.

Sakit punggung bagian bawah

Mengenakan sepatu hak tinggi dapat mengubah bentuk tulang belakang dan menyebabkan sakit punggung bagian bawah karena otot punggung yang meregang atau saraf yang terjepit.

Nah, jika kamu terpaksa harus mengenakan sepatu hak tinggi saat bekerja, kamu bisa mengikuti tips berikut ini.

  • Jika kamu menggunakan sepatu hak tinggi tiap hari, misalnya untuk bekerja, sebaiknya pilih yang tingginya tidak lebih dari 2-3 cm. Bawa serta alas kaki datar untuk dikenakan saat istirahat kerja atau dalam perjalanan berangkat atau pulang.
  • Selingi penggunaan sepatu hak tinggi dengan sepatu yang lebih nyaman, misalnya sepatu kets, yang membuat kaki dapat bergerak secara alami dan leluasa.
  • Kenakan sepatu dengan hak paling tinggi hanya sesekali pada acara-acara khusus, seperti pesta.
  • Hindari memilih sepatu hak tinggi dengan ujung lancip atau ukuran yang terlalu kecil. Selain itu, daripada stiletto, lebih baik pilih sepatu dengan hak berpenampang lebih lebar.
  • Lakukan peregangan kaki tiap hari untuk melemaskan otot betis hingga jari-jari kaki.