Fearless (Taylor's Version)
Fearless (Taylor’s Version)

DOMIGADO – Seperti yang sempat ramai diberitakan, penyanyi populer Taylor Swift sempat terlibat kontroversi dengan produsernya Scooter Braun akibat album Fearless. Masalah dimulai ketikan Scooter Brau yang membeli dan menjual ulang master recording 6 album pertama milik Taylor Swift pada awal 2019 silam. Salah satunya adalah album Fearless yang dirilis pada tahun 2008 silam.

Kita semua tahun bahwa Taylor Swift merupakan salah satu musisi yang kebanyakan lagunya diciptakan oleh dirinya sendiri. Banyak lagu dari penyanyi yang kerap disapa dengan nama panggilan Tay Tay ini yang memiliki makna personal baginya. Lagu-lagu ciptaannya menceritakan setiap momen yang berarti dalam kehidupannya. Mulai dari kisah cinta pertamanya yang polos dan lagu-lagu patah hati yang ditujukannya untuk para mantan.

Bisa dibilang setiap album dan lagu yang diciptakan oleh Taylor Swift sudah seperti buku harian untuknya. Di mana lagu-lagu itu merekam perasaan dan kehidupannya selama 31 tahun ini. Karena itu pada kontroversi itu Taylor Swift sering kali mengungkapkan rasa kecewa dan sakit hatinya.

Taylor Swift juga mengungkap ambisinya untuk merekam ulang semua album lamanya. Walaupun terdengar seperti sekedar ungkapan kemarahan yang gila. Namun ternyata Taylor Swift benar-benar merealisasikan rencananya ini, loh.

Dimulai pada tahun 2020 lalu, di mana penyanyi cantik satu ini membuat dua album kejutan berjudul ‘Folklore dan ‘Evermore’. Kemudian di tahun 2021 ini, ia mengejutkan para Swifties yang merupakan nama panggilan untuk para penggemar Taylor Swift. Dengan merekam dan merilis ulang album ‘Fearless’.

Jadi, apa sih perbedaan album Fearless yang sekarang dan album Fearless yang lama? Sebenarnya tak banyak perubahan yang dilakukan oleh Taylor Swift dalam perekaman ulang ini. Hal ini bisa dilihat dari rilisnya ‘Love Story (Taylor’s Version)’ di mana tidak ada banyak perubahan baik dalam segi aransemen, komposisi maupun warna vokal dalam menyanyikannya. Sebenarnya bisa dikatakan sangat mirip dengan Love Story yang dirilis pada tahun 2008 silam.

Namun memang tujuan merilis ulang album ‘Fearless’ bukanlah untuk menunjukan adanya perbedaan dari segi aransemen atau komposisi. Sepertinya Taylor Swift memang hanya ingin menunjukan bahwa ia sudah memiliki dan mengklaim sepenuhnya hak cipta akan karya-karya lamanya. Yang mana lagu-lagu itu sangat berarti untuknya.

‘Fearless’ juga merupakan album yang sangat berarti bagi Taylor Swift dalam perjalanan karirnya. Melalui album ini Taylor Swift mulai memperoleh ketenarannya di panggung internasional. Taylor Swift pernah mengungkap bahwa Fearless merupakan album yang penuh dengan keajaiban dan rasa ingin tahu. Mengenai kebahagiaan dan kehancuran masa muda.

Bisa dilihat bahwa memang Taylor Swift mengalami banyak perkembangan secara musikalitas hingga kepribadiannya dalam perjalanan karirnya ini. Sejak tahun 2006, di mana dirinya merilis album ‘Taylor Swift’ ketika dirinya baru berusia 16 tahun. Ia mengalami masa transisi dan tranformasi pada tahun 2012 ketika ia merilis album ‘Red’. Di mana awalnya Taylor Swift yang cenderung menulis lagu country. Pada album Red ia cendrung menulis lagu-lagu yang lebih nge-pop. Dan semakin nge-pop di album-album yang ia rilis selanjutnya.

Melalui akun instagram resminya, Taylor Swift mengungkapkan ‘Fearless’ akan dirilis ulang dengan judul ‘Fearless (Taylor’s Version)’. Perilisannya sendiri dijadwalkan pada 9 April 2021 mendatang. Versi rekaman ulang album yang rilis pada tahun 2008 ini tidak tanggung-tanggung akan berisi 26 lagu. Di mana itu termasuk 6 lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya. Lagu-lagu tambahan itu merupakan lagu yang ditulis Taylor ketika dirinya berusia 16 tahun dan 18 tahun.