Film The Gentlemen: Aksi Gangster Dengan Balutan Komedi (foto: Miramax)
Film The Gentlemen: Aksi Gangster Dengan Balutan Komedi (foto: Miramax)

DOMIGADO – The Gentlemen, film yang disutradarai Guy Ritchie ini menceritakan kehidupan gangster di ibu kota Inggris, London. The Gentlemen membawa kisah seorang ekspatriat bernama Mickey Pearson yang membangun sebuah bisnis marijuana yang sangat menguntunkan. Guy Ritchie menampilkan film The Gentlemen dengan sangat classy. Aksi gangster yang brutal tapi tetap dibaluti dengan unsur komedi, membuat film The Gentlemen sangat layak untuk di saksikan.

Film ini dibuka dengan kemunculan informan licik yang bernama Fletcher (Hugh Grant). Ia mencari nafkah dengan mengorek-ngorek informasi dari orang kaya dan menjual informasi itu kepada penawar tertinggi. Fletcher sedang mencoba untuk mendapatkan 20 juta pound dari Mickey Person (Matthew McConaughey) seorang pebisnis sukses di dunia mariyuana.

Penyelidik yang haus informasi itu pun mulai menelusuri tangan kanan Mickey yang bernama Raymond (Charlie Hunnam) agar dapat segera membagikan semua informasi tentang Mickey untuk dijual kepada lawan-lawan Mickey. Waktu penelusuran Fletcher sangatlah sedikit, hal ini dikarenakan Mickey berusaha untuk menjual kerajaan ganja yang sangat menguntungkan, di tengah-tengah para pesaing yang berbahaya.

Mickey dan Raymond, pebisnis mariyuana sukses dan tangan kanannya (foto: Miramax)
Mickey dan Raymond, pebisnis mariyuana sukses dan tangan kanannya (foto: Miramax)

Ketika tersiar kabar bahwa Mickey bermaksud menjual seluruh bisnisnya, muncul berbagai intrik, siasat, suap menyuap, dan pemerasan dari berbagai pihak agar dapat mencuri lahan kekuasaannya. Seluruh asset Mickey terdiri dari 12 lokasi kebun ganja rahasia, kemudian sistem penanaman hingga sistem distribusi dan daftar pembeli.

Tanpa diduga masalah muncul satu persatu, dimulai dengan serangan ke salah satu lokasi kebun ganja yang rahasia. Kemunculan pembeli seperti Dry Eye (Henry Golding) yang ambisius dan hadirnya Fletcher yang ingin memeras Mickey lewat asistennya Raymond, semua itu membuat situasi menjadi kacau. Dengan situasi yang semakin genting dan mengancam nyawa Mickey dan Rosalind, apakah Mickey dapat mengatasinya?

Aksi Gangster yang epic dengan balutan komedi

Guy Ritchie yang juga sutradara film Aladdin ini, mengajak deretan aktor keren ke dalam film The Gentlemen. Mulai dari Matthew McConaughey, Charlie Hunnam, Henry Golding, Jeremy Strong, Eddie Marsan, Colin Farrell, dan juga Hugh Grant. Siapa yang tidak kenal deretan nama-nama beken tersebut. Plot film The Gentlemen sedikit rumit, namun Guy Ritchie cukup cerdas untuk membawa alur cerita menjadi menarik. Hampir tiga perempat film diceritakan secara naratif oleh salah satu tokoh dalam film.

Sederhananya, kita akan menyaksikan dua orang berdialog, dengan salah satu di antara mereka menjadi sang penutur cerita. Matthew McConaughey tampil sangat brilian memerankan penguasa kerajaan mariyuana. Dia berhasil menarik perhatian setiap kemunculannya di layar dan tampil percaya diri. Charlie Hunnam berhasil memikat hati sebagai orang yang dipercaya oleh Mickey dengan penampilannya yang kalem dan cool.

Dialog dengan wajah datar Charlie Hunnam semakin menguatkan karakter Raymond. Di sisi lain, Hugh Grant tampil menonjol dari para pemain lainnya lewat humornya yang cukup kasar.  Karakternya sungguh memeriahkan setiap adegan, terutama adegan di mana dia dengan bersemangat mengungkap cerita.

(foto: Miramax)
(foto: Miramax)

Sisi aksi dari film ini terlihat dari adegan-adegan Mickey Pearson dan beberapa tokoh yang berada di sisinya bertemu dengan lawan-lawan mereka. Dan seperti klaimnya, film ini selain bergenre crime/action, dibalut dengan unsur komedi. Tapi tenang, The Gentlemen berhasil menunjukkan sisi komedi tanpa kesan dipaksakan.

Lawakan-lawakan dalam film ini disajikan melalui obrolan tiap tokoh, dan tentu saja terlihat natural dan rapi. Kita akan dibuat tertawa hanya karena umpatan-umpatan yang keluar dari mulut para tokoh. Selain itu, kita juga akan terpuaskan secara visual oleh The Gentlemen. Warna dan pencahayaan dari keseluruhan film akan sangat memuaskan mata selama dua jam kurang tujuh menit.

Akting memukau para aktor film The Gentlemen

(foto: Miramax)
(foto: Miramax)

Dari segi akting aktor-aktor dalam film The Gentlemen cukup memukau. Bahkan, para pemeran pembantu yang hanya muncul semenit-dua menit pun mampu berakting dengan sangat bagus dan tidak kaku. Meski tidak semua, masih ada beberapa tokoh minor yang masih kurang ngena dengan perannya, namun tetap tidak menutupi akting brilliant tokoh-tokoh penting dalam film ini.

Film bertabur aktor kelas atas dalam sosok Matthew McConaughey, Charlie Hunnam, Henry Golding, Hugh Grant sampai Colin Farrell berjudul The Gentlemen ini wajib masuk daftar tonton kamu. Studio Miramax memberikan kepercayaan kepada Ritchie untuk memproduksi film ini bukan tanpa alasan. Film bertemakan dunia kriminal dan gangster yang menjadi akarnya ini, cerita dan naskah dituliskan oleh Ritchie sendiri.

Ritchie sempat diragukan kala dianggap gagal secara komersil saat menggarap film mata-mata The Man From U.N.C.L.E. dan adaptasi kisah legendaris, King Arthur usai meraih sukses lewat dwilogi Sherlock Holmes yang diperankan oleh Robert Downey Jr. Untungnya di tahun 2019 lalu film kerjasamanya dengan Disney yang merupakan adaptasi live action Aladdin meraih kesuksesan besar dengan pendapatan mencapai lebih dari 1 milyar dollar.

Film The Gentlemen (foto: Miramax)
(foto: Miramax)

Memakai pola penceritaan yang menjadi ciri khas di awal-awal kariernya seperti dalam film Lock, Stock and Two Smoking Barrels dan Snatch, penulis naskah sekaligus sutradara, Guy Ritchie, seakan mengulang winning formula-nya dalam film The Gentlemen ini. Bedanya adalah kali ini ia memakai jasa para aktor papan atas untuk bermain dalam film bergenre drama komedi di dunia kriminal ini.

Diangkat dari kisah yang direka oleh Guy Ritchie (Revolver, RocknRolla) bersama Ivan Atkinson dan Marn Davies serta bertumpu pada naskah yang ditulis Ritchie sendiri, film yang sebenarnya berpremis sederhana ini ditulis dengan struktur penulisan atraktif menggunakan pola flashback dengan selipan-selipan adegan khayal lewat narasi dialog yang disampaikan antara dua orang karakter Fletcher yang sedang berupaya memeras Mickey lewat asistennya Raymond.

Karakter eksentrik Fletcher dan Raymond dengan karakter OCD dan merasa tergelitik dengan keberanian Fletcher, menjadikan interaksi keduanya yang memakan sekitar 30% durasi film menjadi menarik. Apalagi gaya Fletcher bercerita dengan bumbu-bumbu komedi dan sedikit menyinggung-nyinggung industri film membuat komedinya terasa meta atau mengolok-olok film itu sendiri.