Domigado – Berbicara soal film, maka tidak boleh melupakan kualitas film dari Jepang. Ada banyak film dengan alur yang menyenangkan, film horror Jepang, hingga haru biru. Salah satunya yang dirilis di tahun 2020 yaitu film Romance Doll. Walaupun sempat tertunda karena adanya pandemi corona, tidak bisa dipungkiri bahwa perilisan film dan juga drama yang dilakukan oleh seluruh dunia tidak berhenti. hal ini dikarenakan cukup banyak masyarakat yang harus tinggal di rumah.

Film Romance Doll Ditengah Pandemi

film romance doll
source : culture magazine

Adanya kampanye untuk tinggal di rumah karena banyaknya pandemi corona yang menyebar di berbagai negara menyebabkan dunia entertainment sempat terhenti. namun walaupun begitu mereka tetap ambisi untuk bisa merilis film dan juga drama agar bisa menghibur banyak masyarakat di rumah.

salah satunya negeri matahari terbit, Jepang seperti yang kita ketahui banyak sekali film berkualitas yang diproduksi. film Romance Doll di tahun 2020, menceritakan mengenai seorang pria bernama Tetsuo, yang merupakan seorang lulusan jurusan seni mematung.

Sayangnya ia harus terjebak dalam kondisi sulit dan menerima pekerjaan yang cukup unik yaitu membuat boneka dan juga ditujukan untuk dijual sebagai boneka seks atau “love doll”. selain itu ia juga harus menjalin hubungan secara impulsif kemudian menikah dengan seseorang yang baru ia temui. Dengan begitu, semua cerita menjadi lebih kompleks.

Fakta Menarik Film Romance Doll

Selain alurnya yang menarik, akan kita bahas mengenai fakta menarik film yang memiliki kesan “vulgar” namun ternyata mengharukan ini. Apa saja fakta menarik  dibalik film ini?

1. Kualitas Akting Tidak Main-Main

film romance doll
source : SCMP.com

Saat mendengarkan judul film ini, pasti sudah ada framing atau bayangan penonton akan film yang berbau vulgar atau berlebihan. Apalagi seperti yang kita ketahui, cukup banyak film hollywood menggunakan kisah romansa untuk membalut hal tersebut. Namun aktor dan aktris utama yaitu Issey Takahashi dan Yu Aoi ini memainkan peran dengan sangat apik, sampai penonton lupa bahwa film ini adalah film kisah cinta yang mengharukan.

Peran Tetsuo membawa pikiran penonton kedalam sebuah bisnis yang kejam dan profesi yang bergolak antara profesionalitas dan ketidaksesuaian moral. Jelas hal ini membuat banyak penonton merasa marah akan fakta tersebut. Apalagi di Jepang sendiri, love doll memang diperjualbelikan.