Formula 1: Drive to Survive, Series Dokumenter Kisah di Balik Layar F1 (foto: Netflix)
Formula 1: Drive to Survive, Series Dokumenter Kisah di Balik Layar F1 (foto: Netflix)

DOMIGADO – Film Formula 1: Drive to Survive (DTS), adalah salah satu film serial Netflix bergenre dokumenter. Formula 1: DTS mengangkat cerita tentang hal-hal dibalik layer event balap mobil termahal di dunia. Formula 1: DTS serial produksi Netflix telah masuk season 2 di tahun 2020 ini. Bagi kamu pecinta ajang balap Formula 1, kamu wajib untuk memasukan film serial Formula 1: DTS kedalam daftar tonton kamu.

Formula I: Drive to Survive season 2 menampilkan perjuangan tiga tim elit Mercedes AMG, Petronas Formula 1 Team, dan Scuderia Ferrari dalam sekuel kedua ini. Tim produksi Netflix diberikan akses untuk masuk dan melihat proses belakang layar ketiga tim tersebut. Masing-masing tim bekerjasama untuk mencapai posisi pertama di ajang balap paling bergengsi di dunia ini.

Selain menampilkan perjuangan para tim di lapangan balap, film ini juga menampilkan kehidupan di luar area sirkuit. Kamu bisa menyaksikan kehidupan pembalap, kepala tim, dan pemilik mendapatkan perspektif yang unik tentang kehidupannya. Film seri dokumenter olahraga ini diproduksi oleh James Gay Rees, pemenang Academy Award dan Paul Martin.

Belum dibolehkannya menonton pertandingan olahraga secara langsung membuat film Formula I: Drive to Survive menjadi alternatif baru buat hiburan pelepas rindu. Film ini dinilai sempurna untuk mendalami intrik-intrik dan narasi terbaru olahraga balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut. Seperti olahraga seru lainnya, acara ini menampilkan cuplikan highlight balapan F1, persaingan atlet, kisah underdog, dan sengketa kontrak.

Di season dua, acara ini menampilkan tim kelas berat seperti Mercedes dan Ferrari, tapi jalan cerita yang paling seru justru muncul dari tim-tim kecil seperti Haas dari AS, yang pemiliknya, Guenther Steiner yang doyan ngomong kasar menjadi MVP serial ini. Belum lagi tim Inggris, Williams, yang tadinya adalah nama besar dalam olahraga ini (dan memiliki dokumenter Netflix sendiri) yang kini terelegasi ke posisi buncit.

Ada juga sosok pengemudi Australia menawan, Daniel Riccardo yang selalu terlihat ceria sepanjang serial, membuatnya mudah digemari. Kisah pengemudi pemula Pierre Gasly yang turun pangkat di tengah season Red Bull Racing menjadi kisah comeback yang seru. Tanpa sisi drama yang ditampilkan serial Netflix, pemula F1 seperti saya mungkin akan menganggap olahraga ini tidak lebih dari sekedar mobil-mobil ngebut memutari lintasan.

Formula 1: Drive to Survive, Series Dokumenter Kisah di Balik Layar F1 (foto: Netflix)
Formula 1: Drive to Survive, Series Dokumenter Kisah di Balik Layar F1 (foto: Netflix)

Pada Agustus lalu, Formula 1 mengonfirmasi pihaknya sedang mengerjakan film terbaru yang mendokumentasikan balap jet darat tersebut. Setelah sukses dengan dua film sebelumnya yang ditayangkan di Netflix, Formula 1 akan kembali membuat film bertajuk Drive to Survive season 3. Melansir GPblog.com, adanya pandemi Covid-19 membuat balapan digelar secara tertutup dan pembatasan orang yang datang di sirkuit, termasuk media.

Netflix menjadi salah satu media yang telah mengikuti setiap perlombaan selama musim 2020. CEO Formula 1, Chase Carey mengonfirmasi bahwa pihaknya dan Netflix sedang mengerjakan season ketiga dari film Drive to Survive.

“Karena hasil yang bagus dari dua musim sebelumnya, kru film sedang membuat untuk musim ketiga,” ujarnya pada sebuah wawancara, Senin (10/8/2020).

Carey mengatakan pihaknya terus memperluas akses dengan melakukan kerja sama dengan berbagai platform media.

“Kami juga bermitra dengan YouTube untuk melakukan streaming langsung F1 Jerman yang berlangsung di sirkuit Nurburgring,” kata Carey.