Domigado – Ayam goreng dan Korea Selatan adalah dua hal yang nggak bisa dipisahkan. Pasti kita udah sering banget nonton di Kdrama maupun variety show yang membuktikkan bahwa masyarakat di sana doyan banget yang namanya makan ayam goreng atau chikin (apalagi kalau udah ditemenin sama bir). Di Korea, paduan chikin dan bir disebut dengan satu istilah “chi-maek,” sebuah kata hasil kombinasi kata bahasa Inggris “chicken” dan “maekju”, bir dalam bahasa Korea.

Orang Korea adalah ahlinya mengolah berbagai jenis masakan berbahan daging ayam. Entah itu direbus pakai kedelai, digoreng dengan bumbu lada pedas, direndam dalam sup, atau di-deep fry minyak mendidih. Intinya orang Semenanjung Korea tahu betul cara mengolah daging ayam. Kepiawaian ini paling kentara, begitu kita merasakan chikin tradisional Korsel

Nah, ternyata banyak loh fakta-fakta ayam goreng di Korea yang jadi makanan favorit di negeri ginseng itu! Berikut ulasannya yang sudah Domigado rangkum dari beberapa sumber.

Makanan Favorit yang Murah Meriah

Chi-maek alias ayam goreng khas korea yang dimakan sambil minum bir, adalah makanan murah meriah favorit banyak orang. Sayangnya, mengelola kedai korean fried chicken (hof) di korea itu gampang-gampang susah. Namun meski demikian, mengelola hof adalah hal yang paling banyak dinikmati. Kombinasi ini sangat digemari oleh para pekerja kantoran, buruh kerah biru—atau artinya hampir seluruh penduduk Korea yang rela berdesak-desakan dalam kios-kios sempit untuk menikmati chikin dan bir lokal yang disuguhkan dalam picther tiga liter dan acar lobak.

Menurut angka statistik yang dilansir surat kabar Korean Times, penduduk Korea Selatan makan setidaknya setara 12 ekor ayam per tahun. Artinya ada 600 juta ekor ayam yang disembelih di seluruh penjuru Korea Selatan. Uang yang berputar dalam bisnis ini ditaksir mencapai US$4,4 miliar (setara Rp58 triliun) per tahun. Sampai saat ini, ada 289 waralaba hof yang kini beroperasi di Korea Selatan. Itupun belum mencakup restoran pribadi. Wahh, daebak!

Perpaduan Budaya Amerika Serikat dan Korea Selatan

Dikutip dari Smithsonian bahwa ayam goreng Korea Selatan ini merupakan adaptasi dari ayam goreng Amerika Serikat yang terkenal garing dan gurih! Pasalnya ketika perang Korea terjadi banyak tentara Amerika Serikat yang datang. Sehingga banyak restoran fried chicken Amerika Serikat terdiri di berbagai daerah kota pada tahun 1960an dan 1970an.

Krisis Keuangan Asia

Di Korea Selatan saat ini udah ada lebih dari 50.000 ribu gerai restoran ayam goreng, dan ternyata hal itu dikarenakan oleh suatu alasan yang nggak bakal kamu duga sebelumnya loh! Korean Friend Chiken (atau biasa disebut KFC atau chikin), telah menjadi makanan pokok di Korea sejak krisis keuangan Asia yang terjadi sekitar 20 tahun lalu.

Akibatnya, banyak orang yang di-PHK alias kehilangan pekerjaannya sehingga banyak di antara mereka yang memulai usaha dengan membuat restoran Korean fried chicken. Bener banget guys, awalnya restoran ayam dibuat karena adanya sebuah krisis. Bukan dimulai oleh orang-orang yang kaya atau perusahaan besar.

Mulai Booming dan Menjamur Tahun 1980-an

Ayam goreng Korea Selatan mulai dikenal oleh warga pada tahun 1980an. Restoran-restoran ayam goreng ini kemudian semakin banyak ditemukan di Korea, hingga sekarang menjadi makanan  favorit masyakatnya. Dengan varian rasa ayam gorengnya yang beragam, pastinya masyarakat Korea jadi nggak ada bosen-bosennya buat makan ayam goreng.

“Chikin” Korea Punya Ciri Khas Rasa Unik dan Lezat

Yang jadi ciri khas dari KFC atau chikin Korea Selatan yaitu krispi dan memiliki bumbu yang manis pedas. Disamping itu disediakan pula beraneka ragam pendamping seperti acar, salad, dan lain-lainnya. Sambal dan saus pun menjadi pelengkap untuk menambah rasa ayam gorengnya. Semakin muaknyos! Selain itu ayam goreng Korea lebih ringan dari ayam goreng versi Amerika serikat. Orang Korea membedakan ayam goreng bikinan mereka dengan produk keluaran waralaba asal Amerika Serikat seperti KFC dan Popeye’s. Bila ayam goreng ala Amerika lebih tebal dan punya kulit yang crispy, ayam goreng Korea biasanya lebih tipis dan tak begitu rapuh.

Daging ayam korea juga berbeda. Biasanya lebih mungil daripada ayam negeri karbitan yang dijajakan di kios-kios KFC dan sejenisnya. Umumnya, pengunjung hanya bisa memesan ayam per ekor. Satu ekor ayam diharga sekitar Rp133 ribu sampai Rp200 ribu. Begitu sampai di meja pemesannya, ayam-ayam ini sudah terlebih dahulu dicelup dalam cairan garam dan dibaluri kecap pedas dan manis. Kalau pelanggan malas keluar dan nongkrong di hof terdekat, mereka tetap bisa mengorder panganan ini dari rumah mereka. Dalam 15 menit, pengendara motor—umumnya doyan ngebut dan agak nekat—bakal sampai ke tempatmu dalam 15 menit.

Sebagai Rasa Kebersamaan

Banyak yang menjadikan chimek alias chikin mekju (ayam dan bir) menjadi santapan untuk menemani kumpul-kumpul bersama keluarga atau sahabat. Biasanya sih sambil nonton bareng acara tv dirumah bersama-sama.

Dikutip dari VICE bahwa makanan ayam goreng ini menjadi favorit dari semua kalangan. Hasilnya makanan ini menjadi salah satu cara menunjukkan rasa kebersamaan keluarga. 

Memesan ayam goreng di Korea Selatan sendiri cukup cepat, dan layanan pesan antar dengan waktu 15 menit. Cukup cepat untuk membuat banyak keluarga tak harus lagi repot pergi.

Makanan Paling Hits Hingga Dikalangan Idol K-Pop

Hal lain yang membuktikan bahwa ayam goreng adalah makanan paling ngehits di Korea yaitu tentu aja dengan banyaknya CF restoran ayam goreng yang dibintangi oleh idol-idol Kpop populer. Katanya sih mereka belum sah buat jadi idol papan atas kalau belum pernah ngebintangin CF ayam goreng. Satu lagi fakta tentang ayam goreng di Korea, yaitu masyarakat Korea biasanya makan ayam goreng nggak ditemani sama nasi. Beda sama orang Indonesia yang selalu makan ayam goreng pakai nasi.