Ayah Valentino Rossi, Graziano, masih menyimpan dendam terhadap Marc Marquez terkait insiden kontroversial pada MotoGP 2015.

Kegagalan Rossi merebut gelar MotoGP 2015 belum bisa dilupakan penduduk Urbino, tempat kelahiran The Doctor sekaligus tempat tinggal Graziano saat ini.

Graziano juga belum melupakan insiden tersebut. Pemenang tiga kali seri Grand Prix sepeda motor itu menganggap Marquez tidak punya rasa hormat terhadap pebalap lain.

“Saya pikir Marquez tidak memiliki rasa hormat di level olahraga dengan semua orang. Adiknya [Alex] juga akan menjadi rival seperti dia,” ujar Graziano dikutip dari AS.

Valentino Rossi menjalani musim terakhir bersama tim pabrikan Yamaha. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)

Rossi kehilangan gelar juara dunia MotoGP 2015 setelah dikalahkan eks rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, di seri terakhir. Ketika itu Marquez dituding Rossi membantu Lorenzo untuk menjadi juara dunia.

MotoGP 2020 menjadi musim terakhir Rossi bersama tim pabrikan Yamaha setelah musim depan digantikan Fabio Quartararo. Graziano mengaku bisa menerima keputusan Yamaha yang mendepak anaknya.

“Yamaha bertanya pada Rossi soal rencana musim 2021 dan 2022. Rossi menjawab dengan mengatakan butuh lima atau enam balapan di 2020 untuk menentukan masa depan. Saya pikir Yamaha memberikan penawaran yang bagus untuk Rossi,” ujar Graziano.

“Yamaha memperlakukan semua pebalap dengan cara yang sama, jadi Rossi menjadi salah satu dari tiga pebalap yang bisa meraih hasil bagus,” ucap Graziano.

MotoGP 2020 akan dimulai dari MotoGP Amerika Serikat, 5 April mendatang, setelah MotoGP Qatar dibatalkan dan MotoGP Thailand ditunda karena virus corona. Sementara Moto2 dan Moto3 GP Qatar akan tetap berlangsung di Sirkuit Losail, Minggu (8/3).

Live streaming Moto2 GP Qatar bisa disaksikan melalui CNNIndonesia.com pada Minggu (8/3) malam mulai pukul 22.00 WIB. Sementara siaran langsung balapan bisa dinikmati melalui stasiun televisi Trans7.

Sumber: CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020