Pemilik Tim Indonesia di Moto2 dan Moto3 Fausto Gresini meninggal dunia (foto: AP Photo)
Pemilik Tim Indonesia di Moto2 dan Moto3 Fausto Gresini meninggal dunia (foto: AP Photo)

DOMIGADO – Kabar duka datang dari dunia balap MotoGP. Fausto Gresini, mantan pembalap sekaligus pemilik Tim Indonesia di Moto2 dan Moto3, Gresini Racing meninggal dunia. Fausto Gresini meninggal di Italia usai 2 bulan bertarung melawan virus Corona. Fausto Gresini meninggal di usia 60 tahun.

Dilansir dari laman 100KPJcom, saat peluncuran tim Moto2 dan Moto3, Fausto Gresini pemilik dari tim Gresini Racing tidak bisa hadir. Kala itu kondisi Fausto tidak memungkinkan untuk hadir di acara peluncuran tim sekaligus livery untuk musim 2021, karena kondisi Fausto sedang kritis. Fausto dinyatakan terpapar virus corona sebelum Natal, dan tanggal 27 Desember 2020 dirinya dirawat di Imola, ketika kondisinya semakin memburuk, dia dipindahkan ke bangsal perawatan spesialis covid di Bologna, Italia.

Fausto sempat diberi bantuan pernafasan dan koma, pada bulan Januari 2021 Fausto menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Namun pada beberapa minggu terakhir kondisinya semakin kritis dan kembali koma saat dia melawan pneumonia. Hingga akhirnya, tim Gresini Racing mengumumkan pada Selasa, 23 Februari 2021, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Berita yang tidak ingin kami berikan, dan sayangnya kami dipaksa untuk berbagi dengan Anda semua,” bunyi pernyataan dari Gresini Racing.

“Setelah hampir dua bulan berjuang melawan Covid, Fausto Gresini meninggal dunia, beberapa hari setelah berusia 60 tahun. Semua Gresini Racing dekat dengan keluarga Fausto dalam mendukung: istrinya Nadia dan keempat anaknya Lorenzo, Luca, Alice dan Agnese … serta semua orang yang memiliki kesempatan untuk mengenal dan mencintainya selama bertahun-tahun,”

Kiprah Fausto Gresini di MotoGP

Fausto Gresini saat menjuarai GP125 (foto: MotoGP)
Fausto Gresini saat menjuarai GP125 (foto: MotoGP)

Fausto Gresini yang lahir pada 23 Januari 1961 di Imola, Italia, telah menjadi bagian berharga dari kejuaraan dunia motor grand prix tersebut selama hampir empat dekade. Dia tampil di 118 balapan sejak 1983 hingga 1994. Fausto menjadi seorang pembalap di kejuaraan dunia 125cc dari tahun 1983 hingga 1994, memenangkan gelar juara dunia GP125 pada tahun 1985 dan 1987 menggunakan motor dengan mesin Garelli.

Selama balapan Fausto memenangkan 21 balapan dan meraih 47 podium. Namun, usai jadi runner up 1991 dan 1992 bersama Honda, Gresini pensiun pada akhir 1994, dan banting setir menjadi manajer timnya sendiri yang dibentuk pada 1997. Selama jadi manajer tim, Gresini sukses membimbing para pembalapnya meraih hasil-hasil mentereng.

Pembalap didikan Gresini termasuk mendiang Daijiro Kato di GP250 2001, Toni Elias di Moto2 2010, Jorge Martin di Moto3 2018, dan Matteo Ferrari di MotoE 2019. Di MotoGP, prestasi terbaik Gresini Racing adalah runner up bersama Marco Melandri dan Honda pada 2005. Bagi para pecinta balap di Indonesia, nama Gresini Racing tentu tidak asing.

Pasalnya tim Gresini Racing itu identik dengan ‘tim Indonesia’, maklum selain Federal Oil yang menjadi sponsor utama di Moto2, banyak perusahaan dari Indonesia yang juga menjadi sponsor di tim Gresini Racing di Moto2. Tahun ini, semakin banyak pihak dari Indonesia yang bekerja sama dengan Gresini Racing, buktinya perusahan manajemen asal Indonesia berkolaborasi dengan Gresini Racing untuk membentuk tim balap di kelas Moto3.

Dukacita insan MotoGP

Max Biaggi (foto: istimewa)
Max Biaggi (foto: istimewa)

Dilansir dari laman Okezone, kabar meninggalnya Fausto Gresini telah meninggalkan dukacita mendalam dalam diri segenap insan di MotoGP. Para pembalap, baik yang masih berkiprah ataupun sudah pensiun, berbondong-bondong menyampaikan rasa belasungkawanya atas kepergian Gresini lewat unggahan di media sosial.

Beberapa di antaranya ialah Marc Marquez dan Max Biaggi. Marquez menuliskan lewat fitur stories di Instagram pribadinya rasa dukacita mendalam atas kepergian Gresini.