Kabar mapel sejarah akan dihapus heboh di media sosial  (Ilustrasi foto: dutadamaibanten.id)
Kabar mapel sejarah akan dihapus heboh di media sosial (Ilustrasi foto: dutadamaibanten.id)

DOMIGADO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disebut akan menempatkan mata pelajaran (mapel) sejarah sebagai mapel pilihan di sekolah menengah atas. Bahkan, mapel sejarah di sekolah menengah kejuruan dikatakan akan dihilangkan. Kabar tentang dihilangkan-nya mapel sejarah ini pun menuai kontroversi dan sontak viral di media sosial. Sejarawan kenamaan Indonesia pun turut mengomentari akan dihilangkan-nya mapel sejarah ini.

Salah satunya adalah JJ Rizal. Melalui akun Twitternya, @JJRizal, dia menyatakan bahwa itu adalah tragedi. Apalagi rezim saat ini dipimpin kelompok politik yang mengklaim sebagai pengikut Soekarno.

“inilah tragedi pemerintah yg ngakunya pengikut sukarno, memuja-muji setinggi langit bahkan memberhalakannya, tapi dlm prilaku mengkhianati pesannya yg sangat terkenal jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” tulis Rizal.

Dalam cuitannya di Twitter, Rizal juga memposting berita dari sebuah koran nasional terkemuka yang berisi penolakan sejumlah kalangan akademisi di bidang sejarah terhadap rencana pemerintah tersebut. Rizal juga menilai, bahwa rezim sekarang ini hipokrit. Sebab, mereka tidak cukup meninggalkan sejarah tapi lebih dari itu mau menghilangkannya.

Klarifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Melansir dari laman JPNN (18/9/20), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno, membantah informasi pelajaran sejarah akan dihapuskan dari kurikulum. Menurutnya, mapel sejarah tetap akan diajarkan dan diterapkan di setiap generasi.

“Kemendikbud mengutamakan sejarah sebagai bagian penting dari keragaman dan kemajemukan serta perjalanan hidup bangsa Indonesia, pada saat ini dan yang akan datang,” kata Totok di Jakarta, Jumat (18/9).

Kabalitbangbuk Kemendikbud Totok Suprayitno. klarifikasi kabar akan dihilingkan mapel sejarah (Foto: tangkapan layar zoom/JPNN)
Kabalitbangbuk Kemendikbud Totok Suprayitno. (Foto: tangkapan layar zoom/JPNN)

Dia melanjutkan, Sejarah merupakan komponen penting bagi Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga menjadi bagian kurikulum pendidikan. Nilai-nilai yang dipelajari dalam maple sejarah merupakan salah satu kunci pengembangan karakter bangsa. Menurut Totok, penyederhanaan kurikulum masih tahapan awal karena membutuhkan proses dan pembahasan yang panjang.

“Rencana penyederhanaan kurikulum masih berada dalam tahap kajian akademis” ujar Totok.  Totok menambahkan penggodokan penyederhanaan kurikulum dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

“Dalam proses perencanaan dan diskusi ini, tentunya Kemendikbud sangat mengharapkan dan mengapresiasi masukan dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan, yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan,” terang Totok

Kabar Mapel Sejarah dihilangkan pun viral di media sosial

Kabar tentang dihapuskannya mapel sejarah viral di media sosial. Netizenpun ramai-ramai berkomentar mengenai isu tersebut. Tidak terkecuali salah satu anggota DPR RI Fadli Zon. Melalui akun Twitter miliknya @fadlizon, mengatakan, jika mapel sejarah akan ‘dihilangkan’, maka rakyat Indonesia akan kehilangan identidas dan jati diri mereka.

“Kalau mata pelajaran sejarah akan ‘dihilangkan’, maka sebentar lagi manusia Indonesia akan kehilangan identitas, jati diri dan memori kolektifnya,” cuitan Fadli Zon mengomentari postingan twitter netizen lain yang menggugah foto surat kabar yang berisi tentang wacana penghapusan mapel sejarah tersebut.

Selain Fadli Zon, Banyak sekali warga net yang turut mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini, Berikut beberapa cuitan mereka.