Stasiun Lempuyangan Yogyakarta (foto ayoyogya.com)
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta (foto ayoyogya.com)

DOMIGADO – Stasiun Lempuyangan menjadi trending twitter pada hari Jumat (6/11/2020). Warganet ramai-ramai mencuitkan kenangan mereka di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Beberapa bahkan menggugah kisah indah mereka di Yogyakarta yang di mulai dengan menginjakkan kaki pertama kali di Stasiun Lempuyangan. Lalu bagaimanakah sejarah Stasiun yang dikenal sebagai stasiun ekonomi di Yogyakarta ini? Berikut ulasannya.

Melansir laman arsipdanperpustakaan.jogjakota.go.id, jika merujuk ke sejarah, stasiun Lempuyangan berawal dari perusahhan KA Swasta belanda, NV nederlandsch – indische spoorweg Maatschaappij atau NISM. Saat itu NISM telah membuka membangun jaringan rel sepanjang 26 kilometer untuk melayani rute Kemijen, Semarang – Tanggung dan Grobogan.

Setelah beberapa waktu beroperasi, NISM terus merugi hingga akhir nya meminta pemerintah Hindia Belanda melanjutkan pembangunan rel sepanjang 166 kilometer menuju Yogyakarta. Nah, dalam pemabangunan jaringan rel inilah, Lempuyangan turut dibangun sebagai salah satu stasiun. Secara resmi stasiun ini mulai dioperasikan pada 2 Maret 1872 oleh pemerintah Hindia Belanda.

Yogyakarta tahun 1910. (foto: kabarpenumpang.com)
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta tahun 1910. (foto: kabarpenumpang.com)

Dan di era tersebut Stasiun ini hanya melayani rute Yogyakarta – Semarang. Bersamaan dengan pengoperasian Lempuyangan, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Undang-Undang Pembangunan jalan KA di Pulau jawa. Lempuyangan mengandung arti sebagai tanaman umbi-umbian untuk bumbu masakan, namun Lempuyangan sendiri sejak lama telah menjadi salah satu ikon transportasi di Yogyakarta.

Peran stasiun ini terbilang strategis, pasalnya segala jenis kereta yang melintasi jalur Selatan menuju Jawa Timur pastinya akan melintasi stasiun ini. Dari aspek perkeretaapian, pamornya menjadi penguat keberadaan stasiun utama di Yogyakarta, yakni Stasiun Tugu, yang jika ditakar kedua stasiun ini hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah Timur.

Bila menilik tentang Stasiun Lempuyangan, pada papan plang tertera +114 meter yang artinya posisinya berada di ketinggian 114 meter diatas permukaan laut. Stasiun ini berada dalam pengelolaan Daerah Operasional (DaOp) VI Yogyakarta. Saat ini Lempuyangan memiliki sebelas jalur dengan jalur tiga dan empat sebagai sepur lurus.

Sebagai stasiun kereta tertua di Yogyakarta, Stasium ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (foto: Istimewa)
Sebagai stasiun kereta tertua di Yogyakarta, Stasium Lempuyangan ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (foto: Istimewa)

Lempuyangan adalah stasiun kereta api yang paling tua di kota Yogyakarta. Stasiun ini pertama berdiri di Yogyakarta, baru 15 tahun kemudian diresmikan Stasiun Tugu. Sampai saat ini Stasiun tersebut dikenal sebagai stasiun kereta api kelas ekonomi. Artinya stasiun ini melayani kereta-kereta kelas ekonomi. Namun demikian tidak dapat kita pungkiri latar belakang sejarah dari keberadaan stasiun kereta api yang cukup berperan besar bagi awal munculnya kereta api di Yogyakarta.

Berbeda dengan stasiun KA lain di Jawa yang umumnya baru melayani pemberhentian rangkaian ekonomi setelah kebijakan pemisahan pelayanan stasiun untuk penumpang KA ekonomi dan non-ekonomi, stasiun ini sudah sejak lama dijadikan tempat pelayanan KA ekonomi yang diberangkatkan dari Yogyakarta. Dulu, ketika semua KA ekonomi lain masih diberangkatkan dari Stasiun Yogyakarta, stasiun ini sudah menjadi titik keberangkatan KA Empu Jaya jurusan Jakarta Pasar Senen (sekarang berganti nama menjadi KA Progo) dan KA Argopuro jurusan Banyuwangi Baru (sekarang menjadi KA Sri Tanjung) dan KA Gajah Wong jurusan Jakarta Pasar Senen.