DOMIGADO – Berlibur dan ingin menikmati lokalitas yang khas, maka janganlah lupa mencicipi kuliner tempat wisata yang kamu kunjungi. Meski terkadang beberapa makanan lokal bisa ditemukan di kota lain, menikmatinya di daerah asalnya memberi sensasi nilai  tambah pada makanan tersebut. Selain rasanya yang pasti lebih otentik, kuliner khas merupakan bagian dari kebudayaan suatu tempat yang mencirikan warna lokal sebuah tempat. Jika kamu berkunjung ke daerah-daerah di seputaran Danau Toba, cobalah mencicipi beberapa jajanan khas danau Toba ini.

1. Mie Gomak

Mie Gomak Jajanan khas Danau Toba
Mie Gomak

Mie gomak biasa juga disebut-sebut sebagai spaghetti Batak. Selain bentuknya yang mirip, asosiasi ini mungkin agar orang-orang lebih mudah membayangkan seperti apa mie gomak. Mie gomak adalah penganan khas masyarakat daerah Batak yang biasanya  disantap sebagai sarapan pagi atau jajanan di sore hari. Bentuknya memang seperti spaghetti tapi yang membuatnya berbeda adalah rasanya sangat istimewa. Bumbu kuahnya bikin lidah bergetar.

Rahasia yang membuat lidah bergetar tersebut adalah kuahnya yang dicampur dengan bumbu andaliman, merica Batak yang memang pedasnya terasa bergetar di lidah. Pedas, namun menyisakan rasa yang kuat di lidah. Pokoknya, jika berkunjung ke kawasan Danau Toba, kamu wajib coba. Oh ya, makanan ini disebut mie gomak karena saat menyajikannya, mie-nya diraup atau digomak oleh penjualnya.

2. Lampet dan Lampet Pulut

Jajanan khas Danau Toba Lampet
Lampet dan Lampet Pulut

Alamak…. jajanan satu ini enak sekali. Cara mengucapkannya bukan lampet tetapi lappet. Kalau kamu pernah mendengar orang Batak menggerutu dengan mengatakan, “Ah… lappet kali lah kau,” yang dimaksud dalam gerutuan tersebut memang penganan satu ini. Lampet adalah penganan yang terbuat dari tepung beras dan kelapa parut. Lembut dan lembek. Jadi gerutuan lappet itu mungkin untuk memprotes seseorang yang dianggap terlalu lembek. Hehehe…

Jajanan khas Batak ini agak sedikit mirip dengan putu bambu. Hanya saja penyajiannya berbeda. Dibalut dengan daun pisang (terkadang tidak) biasanya adonan tepung dicampur kelapa parut dengan gula merah menjadi inti adonan. Jadi begitu masuk ke dalam mulut, langsung terasa lumer dan pecah… Sedaplah pokoknya.

Di beberapa tempat, lampet disebut juga sebagai ombus-ombus atau pohul-pohul. Tapi pohul-pohul biasanya tidak dibungkus dengan daun pisang. Ketiganya ini adalah jenis makanan dengan bahan dasar yang sama. Carilah di warung saat pagi hari. Ini sangat cocok dikudap bersama teh atau kopi sambil memandang indahnya Danau Toba. Kamu akan merasakan ohhh… betapa hidup adalah sebuah surga.

3. Dali Ni Horbo – Susu Kerbau

Dali Ni Horbo – Susu Kerbau khas danau Toba
Dali Ni Horbo – Susu Kerbau

Ini adalah jajanan khas danau Toba. Masyarakat Batak memang sangat akrab dengan kerbau. Jadi saat berlibur ke Danau Toba, cobalah mencicip susu kerbau. Kandungan gizinya tidak kalah dong dengan susu sapi. Penganan ini terbuat dari susu kerbau yang diberi bumbu hingga membeku lalu diolah menjadi penganan yang lezat. Dali ni horbo juga kerap dimasak diolah sebagai teman memakan nasi.

4. Mie Sop Kerbau

Mie Sop Kerbau
Mie Sop Kerbau

Biasanya yang tersedia di restoran atau warung mie sop adalah mie sop sapi atau mie sop ayam bukan? Nah… saat kamu berkunjung ke daerah di sekitar Danau Toba, ada sajian mie sop yang istimewa. Mie sop kerbau (horbo) namanya. Kaldu dan daging dalam mie sop adalah daging kerbau. Gimana ya rasanya? Kalau kamu penasaran dan ingin mencicipinya, carilah di daerah Porsea.

Author : Eka Dalanta