6. Little Bush Moa

Little bush moa hewan punah
(Little bush moa foto: TE PAPA PRESS)

Burung asli Selandia Baru yang tidak bisa terbang ini telah punah sejak lebih dari 700 tahun, tetapi para ilmuwan hampir menemukan seluruh urutan gennya menggunakan DNA dari tulang jari kaki. Jika para ilmuwan tersebut berhasil mendapatkan seekor burung dengan DNA itu dan menetaskannya dari telur emu, mereka mungkin bisa menghidupkan little bush moa.

7. Dodo

Hewan Punah Dodo
(Dodo Hewan Punah foto: Wikipedia)

Meski sudah tiada, namun hewan langka ini sudah cukup familier. Hanya berselang 80 tahunan paska temuan Dodo, mereka langsung punah. Pasalnya habitat asli dodo, pulau Mauritius, sudah tidak memiliki predator asli. Dodo pun cenderung tidak takut pada keberadaan manusia, sehingga mereka dengan mudahnya ditangkap dan punah. Proyek kloning dodo dinilai bisa sukses kalau DNA-nya cukup. Nanti bisa ditanam dalam merpati

8. Parkit Carolina

Parkit Carolina
(foto: Wikimedia) Parkit Carolina

Burung ini menjadi beo asli satu-satunya yang asli Amerika Serikat. Namun eksistensi mereka harus terusik dengan perburuan manusia. Bulunya dibanderol mahal untuk melengkapi topi para wanita. Spesimen terakhir menyerah dan mati pada tahun 1918. Namun kulit telur dan bulunya masih tersisa dan bisa diekstraksi menjadi DNA. Beberapa sejarawan bahkan sudah gencar memotivasi para ilmuwan agar segera memulai proyek kloningan.

9. Badak Berbulu

Hewan Punah Badak Berbulu
(Badak Berbulu Photo: BBC/Credit: Michael Long-NHMPL)

Selain mammoth, ada badak berbulu yang mendiami tundra di masa Pleistosen. Mereka berkeliaran di dinginnya salju Arktik pada 10 juta tahun yang lalu. Gambarnya juga kerap muncul dalam seni gua kuno. Sementara spesimennya sering terpapar di permafrost (tanah di titik beku suhu 0 derajat celcius) Arktik, sehingga bisa diawetkan dengan baik.

10. Rusa Besar Irlandia

Rusa Besar Irlandia
(Rusa Besar Irlandia foto: SCIENCE PHOTO LIBRARY)

Berakhirnya zaman es sudah mengorbankan banyak mega fauna, termasuk elk Irlandia. Namun seperti halnya hewan yang hidup di era Pleistosen, spesimen mereka berpotensi besar ditemukan dalam permafrost yang mencair. Analisis DNA terbaru menyebutkan kalau elk ini merupakan rusa terbesar yang pernah ada. Tanduknya bahkan berukuran 12 kaki atau sekitar 3,6 meter.

11. Huia

Hewan Punah Huia
 (Huia foto: kcc.org.nz)

Dilihat dari bentuknya, burung ini memiliki paruh unik. Mereka hidup di North Island, New Zealand. Burung bahkan menjadi simbol nasional atau maskot di Selandia Baru. Tetapi pada abad ke-20, mereka resmi punah. Kini para ilmuwan sepakat untuk mengkloning dan membangkitkan huia lagi.

12. Passenger Pigeon

Passenger Pigeon sejenis merpati
( Passenger Pigeon foto: Tim Evanson/CC BY-SA 2.0)

Sekitar 200 tahun lalu, kawanan burung merpati ini masih miliaran dan tersebar di Amerika Utara. Lalu pada 1914, kampanye berbulu tanpa belas kasihan memusnahkan mereka. Namun karena teknologi kloning, burung ini berpotensi hadir hidup kembali, tak hanya di bumi Amerika Utara. Semua itu berkat sisa-sisa burung, seperti bulunya. Mereka juga memiliki kerabat dekat yang bisa membantu proyek kloningan ini.

13. Kukang Tanah

Kukang Tanah
(Kukang Tanah foto: nature.com)

Fosil hewan ini mengingatkan kita pada beruang, sebab ukurannya yang jumbo. Rupanya mereka adalah kukang / kungkang tanah, yang masih memiliki kekerabatan dengan Kungkang / kukang : sloth Three-toed sloth (Bradypus) di masa kini. DNA-nya sendiri sudah diekstraksi dari sisa rambut utuhnya. Namun peneliti sulit menemukan “ibu pengganti”, sehingga kemungkinan mereka akan mengembangkan janinnya dalam rahim buatan.