ilustrasi vaksin covid siap akhir tahun sumber pinterest/tuliplab.ltd
ilustrasi sumber pinterest/tuliplab.ltd

DOMIGADO – Seperti mendapat hembusan angin surga, pernyataan pemerintah mengenai vaksin covid-19 yang kemungkinan siap disuntikkan pada akhir tahun 2020 membawa banyak harapan. Presiden Joko Widodo juga belum dapat memastikan 100 persen tentang rencana vaksin covid-19. Menurut orang nomor satu di Indonesia tersebut, kesiapan vaksin yang insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan.

Presiden Jokowi yakin bila vaksin corona telah disuntikkan, situasi sudah bisa normal kembali. Ia mengatakan yang akan disuntik dalam kisaran 170 juta hingga 180 juta.

“Yang disuntik kurang lebih 170 – 180 juta, butuh berapa bulan juga, ini memerlukan kerja keras kita semua,” kata Jokowi dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/9).

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono berpendapat, penyuntikan vaksin di akhir tahun atau awal tahun 2021 jelas tidak mungkin dilakukan. Alasannya, proses persiapan vaksin corona butuh waktu dan masih panjang. Bahkan, menurutnya sampai saat ini belum ada kesepakatan secara internasional terkait vaksin apa yang akan digunakan.

Pandu menganggap pernyataan Presiden Jokowi itu hanya untuk memberikan kesan kepada masyarakat bahwa pemerintah telah berupaya keras untuk menghadirkan vaksin corona di Indonesia.

“Bahwa pemerintah sudah berusaha untuk memberikan vaksin secepat-cepatnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tapi itu tidak realistis, kan masih ada uji vaksin masih belum selesai, belum ada kesepakatan,” tandasnya.

Selain itu, menurutnya proses uji klinis yang saat ini dilakukan menjadi bagian penting dari vaksin corona. Lewat uji klinis ini dapat diketahui efektivitas dan bagaimana tingkat keamanan vaksin. Efektivitas vaksin juga masih menjadi pertanyaan, apakah efektif mencegah penyakit atau mencegah infeksi.

“Jadi penelitian ini belum selesai dan banyak masalah yang mungkin saja tidak bisa dievaluasi sendiri, enggak mungkin hanya dievaluasi data Indonesia, ini uji vaksin juga dilakukan di negara lain,” imbuhnya.