sumber pinterest
sumber pinterest

DOMIGADO – Kabar baik bagi perusahaan media datang dari perusahaan teknologi terbesar, Google. Raksasa teknologi itu telah menandatangani kesepakatan lisensi dengan sekitar 200 perusahaan media di negara-negara tertentu dengan rencana untuk menambah lebih banyak dan memperluas secara geografis. Google akan investasikan dana lebih dari US$ 1 miliar ke para perusahaan media selama tiga tahun ke depan melalui program baru untuk berita lisensi. Google bersama dengan Facebook, mengontrol sebagian besar iklan yang pernah masuk ke penerbit di industri media. Menyusutnya pendapatan iklan telah menyebabkan ruang redaksi menyusut kecil dan sumber daya berkurang untuk memberitakan kisah-kisah lokal.

Google ingin menunjukkan kepada penerbit media bahwa mereka berkomitmen untuk membayar jurnalisme berkualitas tinggi dan mempertahankan industri media yang sedang berjuang dengan berani menghabiskan miliaran dolar untuk melisensikan berita. Kesepakatan lisensi yang diumumkan pada bulan Juni lalu merupakan sebuah bagian dari produk baru yang disebut News Showcase, di mana penerbit yang berpartisipasi dapat mengkurasi dan memutuskan sendiri bagaimana menyajikan konten mereka di platform Google.

Konten tersebut ditampilkan sebagai “story panel” dan penerbit dapat menggunakan garis waktu, poin, atau artikel terkait untuk mendorong pemirsa mengklik ke situs mereka dan membaca lebih lanjut.

Rencana Google dimulai dengan membayar beberapa penerbit media untuk membuat artikel paywall gratis diakses oleh non-pelanggan. Selanjutnya, pengguna Google di Brasil dan Jerman dapat mengakses fitur tersebut. Produk News Showcase dari Google tersebut hanya akan tersedia di aplikasi Google News di Android untuk sementara waktu ini semenjak peluncuran. Namun pihak Google memastikan akan memperluas ke aplikasi iOS dan kemudian meluas ke aplikasi Google Discover dan pencarian Google.

google media investment

Menurut Brad Bender (wakil presiden manajemen produk untuk berita Google), mengutip dari CNN Business, Industri surat kabar telah lama menghadapi tantangan ekonomi. Dirinya mengimbuhkan jika banyak dari kita di ekosistem ini ingin meningkatkan dan memungkinkan masa depan yang lebih baik untuk berita. Ini adalah investasi yang sangat besar, investasi terbesar kami saat ini, tetapi ini benar-benar membangun upaya kami selama 20 tahun dengan industri

Sebenarnya, membayar penerbit untuk menampilkan konten mereka telah lama menjadi sumber ketegangan antara perusahaan media dan platform teknologi. Facebook membuat kesepakatan lisensi dengan outlet berita termasuk The New York Times dan Dow Jones tahun lalu ketika meluncurkan Facebook News. Google telah berselisih dengan regulator Australia tentang undang-undang yang memungkinkan penerbit menegosiasikan kompensasi atas konten mereka. Faktanya, Australia adalah salah satu negara pertama di mana Google mulai menandatangani perjanjian lisensi dengan penerbit, tetapi perusahaan tersebut telah menghentikan program di sana.

Melansir dari laman cnn.com, Direktur Pelaksana Google Australia dan Selandia Baru , Mel Silva, mengatakan meskipun keprihatinan tentang kode itu serius, mereka yakin hal itu dapat diselesaikan dan berharap dapat segera menghadirkan News Showcase ke Australia, karena mereka yakin program ini akan membantu penerbit mengembangkan pemirsanya dan berkontribusi terhadap keberlanjutan keseluruhan mitra berita Australia mereka.

google media investment in india

Google telah menandatangani kesepakatan dengan publikasi di Jerman, Brasil, Argentina, Kanada, Inggris Raya, dan Australia untuk story panel tersebut. Penerbit yang berpartisipasi termasuk majalah Jerman Der Spiegel, surat kabar harian Brasil Folha de S.Paulo dan perusahaan media Village Media dari Kanada.

Nantinya, setiap penerbit akan mendapatkan pembayaran yang bervariasi. Hal tersebut didasarkan pada apa dan berapa banyak yang mereka sediakan. Dan bukan hanya gambar dan teks saja, namun Google juga akan mengizinkan para penerbit untuk memasukkan video dan audio ke New Showcase. Pemberian nama produk New Showcase sendiri karena penerbit memamerkan jurnalisme mereka serta pandangan mereka tentang apa yang penting.

“Bergantung pada cerita dan bagaimana mereka ingin menceritakannya, penerbit yang berpartisipasi dapat memilih template terbaik untuk menampilkan jurnalisme terbaik mereka dan menceritakan kisah seperti yang mereka inginkan,” kata Bender.

“Konteks tambahan bagi pengguna ini tidak hanya membantu pengguna memahami cerita dengan lebih baik, tetapi juga membantu mereka mengetahui suara editorial dan prioritas penerbit,” imbuh Bender.

Google menolak mengatakan kapan akan diluncurkan dengan penerbit media di Amerika Serikat (AS). Disisi lain Google berencana meneruskan program ini dan tidak hanya tiga tahun ke depan. Karena itu, Google akan menginvestasikan lebih dari US$ 1 miliar yang direncanakan.