Kampung Percontohan Anti Covid-19 di Wuhan (foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Kampung Percontohan Anti Covid-19 di Wuhan (foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

DOMIGADO – Internasional. Kota Wuhan belakangan terkenal karena menjadi kota pertama ditemukannya virus Covid-19. Kini, Wuhan memiliki kampung percontohan anti covid pertama di dunia. Kawasan permukiman Donghu di Kota Wuhan, Tiongkok, menjadi sebuah kampung percontohan anti Covid karena dianggap berhasil dalam memerangi virus Covid. Seperti apa penampakannya? yuk kita intip kampung percontohan anti covid yang ada di Wuhan.

Melansir dari laman Antara, Kawasan pemukiman Donghu di kota Wuhan tersebut dilengkapi dengan pos kesehatan dan posko tenaga sukarelawan yang sampai saat ini masih aktif, kendati dalam beberapa bulan terakhir ini tidak ditemukan kasus baru penularan Virus Corona jenis baru ini.

“Pada saat lockdown (karantina wilayah) Wuhan di sini terdapat 32 kasus, tapi tidak ada yang meninggal dunia,” kata Zhuo Yanxia, Petugas Pos Kesehatan Donghu, kepada Antara, Sabtu 21 November 2020.

kampung yang pernah dikunjungi oleh Presiden Xi Jinping pada Maret lalu itu dihuni oleh 3.325 rumah tangga yang terdiri dari 12.765 jiwa. Diketahui, mayoritas penduduk kampung di tengah Ibu Kota Provinsi Hubei ini adalah kalangan usia lanjut.

Selama Kota Wuhan di-lockdown pada tanggal 23 Januari hingga 8 April 2020 lalu, diterapkan kebijakan yang sangat ketat mengingat penghuni kampung mayoritas kalangan usia rentan. Sekitar 200 tenaga sukarelawan bekerja selama 24 jam penuh untuk membantu penghuni kampung itu mendapatkan pasokan makanan dan pelayanan kesehatan.

“Setiap hari kami berkeliling. Kalau ada warga yang merasakan gejala, kami periksa dan kami antar ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” kata Zhuo.

Wuhan merupakan kota di wilayah tengah Tiongkok yang menjadi tempat pertama kali ditemukannya kasus Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah hampir di seluruh dunia. Kota yang dihuni 8 juta jiwa penduduk itu sebelumnya menjadi episentrum Covid-19 dan paling banyak timbulnya kasus positif dan meninggal dunia di Tiongkok.

Wuhan juga memiliki museum anti Covid-19

Selain kampung percontohan anti Covid-19, kota Wuhan juga memiliki Museum Anti-COVID-19 yang dikunjungi sekitar 3.000 orang per hari sejak pertama kali dibuka untuk umum pada 15 Oktober 2020.

“Sejak dibuka sampai sekarang, masih gratis,” kata seorang petugas yang memandu ANTARA saat mengunjungi museum tersebut, Sabtu (21/11).

Di dalam museum yang lebih mirip dengan ruang pamer tersebut, para pengunjung akan mendapatkan gambaran secara detail dan sesuai urutan peristiwa saat virus yang menyerang paru-paru tersebut mulai mewabah.

Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, China (foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)
Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, China (foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Ada foto dan video yang menggambarkan situasi menegangkan di salah satu rumah sakit saat Ibu Kota Provinsi Hubei di wilayah tengah daratan Tiongkok itu dilanda wabah yang sangat tiba-tiba menjelang perayaan Imlek. Ada juga ambulans dan peralatan kesehatan dari mulai yang sederhana hingga yang memang diciptakan khusus untuk penanganan wabah.

Kedatangan bala bantuan dari berbagai provinsi, baik petugas medis, tenaga sukarelawan, maupun pasukan militer juga digambarkan dalam bentuk audio visual dan patung. Diorama yang menggambarkan saat-saat menegangkan di ruang ICU rumah sakit juga dihadirkan di Museum Anti-COVID-19.

Bahkan, ada pula beberapa ranjang pasien COVID-19 karena museum itu memang tadinya berfungsi sebagai rumah sakit sementara. Alat berat yang digunakan untuk membangun secara kilat dua rumah sakit khusus COVID-19, Huoshenshan dan Leishenshan, juga menjadi penghuni museum tersebut.

“Mungkin saja tempat ini nanti akan menjadi objek wisata baru di Wuhan,” kata Li Qiaoling, warga Wuhan.