Mengutip dari New York Post, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un telah diisukan meninggal dunia. Menurut New York Post (NYP), kabar tersebut dihembuskan oleh salah satu media di Hong Kong. Sementara itu, majalah Shuken Gendai terbitan Jepang mengabarkan bahwa Kim Jong Un mengalami koma setelah menjalani operasi jantung di awal April lalu.

Dalam terbitannya, NYP juga mengabarkan bahwa Direktur HKSTV Hong Kong Satellite Television, sebuah jaringan siaran yang didukung Beijing di Hong Kong mengklaim bahwa Kim telah meninggal. Media itu menyebut informasi didapatkan dari sumber yang sangat akurat. Kabar tersebut beredar luas di aplikasi daring China, Weibo. 

Laporan lain menyebutkan bahwa operasi cardiac stent yang dijalani oleh Kim tak berjalan mulus. Dokter yang menangani gugup dan tangannya bergetar parah saat memasukkan stent atau ring ke pembulu darah jantung Kim. Meski begitu kabar tersebut belum terkonfirmasi.

Sebelumnya Kim dilaporkan mengidap kardiovaskular dan diduga sempat menjalani perawatan medis di sebuah vila di Kabupaten Hyangsan. Dikutip  dari Reuters, Sabtu (25/4), Pemerintah China telah mengirimkan tim medis untuk memeriksa kondisi kesehatan Kim. Sayangnya salah seorang sumber di China menolak memberikan banyak komentar terkait hal tersebut.

Dilansir CNN yang mengutip media Korea Selatan yang didirikan oleh pembelot Korut, Daily NK, Kim dilaporkan menerima perawatan medis prosedur kardiovaskular sejak 12 April. Penyakit Kim disebut dipicu oleh merokok berlebih, obesitas, dan terlalu banyak bekerja.   

Spekulasi mengenai kesehatan Kim mengemuka setelah ia terakhir muncul di media pemerintah Korut pada 11 April. Bahkan Kim tidak hadir saat perayaan kelahiran ulang tahun kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April.

Bahkan seorang pakar Semenanjung Korea meyakini, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meninggal, dengan berbagai gambar dan artikel mengenai kabar itu menyebar di dunia maya. Dalam beberapa hari terakhir, publik menyoroti Korut setelah muncul pemberitaan Kim berada dalam kondisi kritis seusai operasi kardiovaskular.

Dikabarkan media bernama Kuki News, pakar Semenanjung Korea, Jang Sung-min mengutip ucapan sumber bahwa pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu berada dalam kondisi serius.

“Kondisi kesehatan Kim Jong Un sangat serius. Kemudian pada pagi ini, pemerintah Korut menyimpulkan mustahil bagi mereka menyelamatkannya,” kata Jang.

Jang menerangkan, si sumber itu sempat ditanya apakah dia bersedia untuk memastikan apakah Kim sudah tiada ataukah masih hidup. Sumber itu kemudian tidak menjawab pertanyaan itu dan menghindari memberi jawaban langsung.

 “Hanya itu yang perlu Anda ketahui,” kata si sumber.

Berbekal ucapan si informan, Jang kemudian menginterpretasi bahwa Pyongyang telah mengakui adanya desaa desus mengenai kondisi si pemimpin tertinggi.

“Kami harus membagi risiko soal kabar kematiannya, dan bersiap dengan segala tindakan jika informasi itu benar adanya, ” ucap Jang.

Minggu pagi jagat Twitter meramaikan rumor soal pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Meski belum ada kepastian, hal itu tidak menghalangi jagat Twitter dibombardir aneka tweet seputar Kim Jong Un. Hastag #KIMJONGUNDEAD memuncaki trending topic dengan 465 ribu tweet. Semua orang mempertanyakan kebenaran kabar ini dan tidak mau langsung percaya. Namun banyak juga netizen yang justru malah senang kalau Kim Jong Un benar-benar meninggal dunia.