Seluruh umat muslim di belahan dunia saat bulan Ramadhan diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Di penghujung ramadhan dan di awal bulan Syawal diperingatilah sebagai hari raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa yang sangat memiliki makna luar biasa. Diperingatinya sebagai hari kemenangan, perayaan Idul Fitri di berbagai negara dimaknai berbeda meskipun pada intinya adalah silaturahmi dan saling bermaaf-maafan untuk kembali suci. Perbedaan tersebut ditandai dengan tradisi-tradisi unik dan meriah yang hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun.

1. Amerika Serikat

New York, Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk Muslim lebih dari 700.000 jiwa. Sama seperti di negara lainnya, perayaan Idul Fitri di kota di AS ini mencakup dengan ibadah Idul Fitri, festival, dan permainan di jalanan. 

Biasanya, salat Id di New York diadakan di kelima borough dan Masjid At-Taqwa Brooklyn. Pada tahun 1980-an, komunitas Muslim menggunakannya sebagai lokasi kampanye anti narkoba yang menyebabkan ditutupnya lebih dari 15 rumah obat di daerah tersebut.

Karena masjid tersebut tidak dapat menampung banyak orang, jemaah salat Id akan membawa sajadah dan salat di pinggir jalanan. Penduduk Muslim di AS biasanya merayakan Lebaran dengan sederhana, tenang dan khusyuk. 

Bahkan, penetapan hari raya pun dilakukan dengan berbagai metode, sehingga terkadang masyarakat sering tidak menyadari bahwa Idul Fitri sudah mendekat. Ketika hari raya, akan tampak sekali keanekaragaman budaya, yaitu dengan banyaknya para pendatang. 

Sebelum melakukan salat Id, biasanya mereka lebih dulu menyiapkan makanan atau snack untuk menyambut tamu serta keluarga. Momen Lebaran di AS juga ditandai dengan penggunaan pakaian formal maupun adat daerah asal. 

2. Turki

Di Turki Hari Raya Idul Fitri dikenal dengan nama Ramadhan Bayram atau Seker Bayram yang memiliki arti Perayaan Manisan. Sama seperti negara Muslim lainnya, orang Turki juga pergi ke masjid, dan berkumpul bersama keluarga.

Yang membedakan, jika anak-anak di negara lain mendapatkan uang hari raya, di Turki anak-anak akan mengunjungi rumah tetangga untuk mengucapkan hari raya. Lalu sebagai hadiah, mereka akan mendapatkan permen atau makanan khas seperti Baklava.

Selain itu, Turki juga punya tradisi Idul Fitri yang tak kalah unik. Di negeri sufi itu tiap Hari Raya Idul Fitri, hanya kaum prianya saja yang berangkat ke masjid untuk menunaikan salat Id, sementara kaum wanita tetap tinggal di rumah.

3. Malaysia

Hari pertama Lebaran biasanya orang-orang Malaysia mengenakan pakaian tradisional baju Melayu untuk lelaki dan baju kurung atau kebaya untuk wanita. Sangat langka menemukan orang lokal memakai pakaian busana Muslim modern, kecuali pendatang yang kebetulan sedang berlebaran di Malaysia.

Sama seperti di Indonesia, warga Malaysia juga merayakan Lebaran dengan ‘mudik’ ke kampung halaman. Istilah ‘mudik’ biasa disebut warga Malaysia sebagai ‘Balik Kampung’. Balik kampung biasanya dilakukan seminggu sebelum hari raya. 

4. China

Islam memang merupakan agama minoritas di China, tetapi bukan berarti jumlah Muslim di negara ini sedikit. Di China, sekitar 25 juta penduduknya adalah Muslim yang berasal dari Suku Uyghur dan Hui. Saat Lebaran tiba, mayoritas Muslim di China akan pergi mengunjungi makam Sayyid Ajjal. 

Sayyid Ajjal Shams Al Din Omar adalah gubernur pertama Provinsi Yunan yang memperkenalkan Islam, sekaligus mempraktikkan toleransi beragama di daerah tersebut. Di sana, para Muslim akan bahu membahu untuk membersihkan makam dan kemudian membaca Alquran bersama.

Untuk menu makanan pada perayaan Lebaran di China, biasanya masyarakat memiliki menu khas masing-masing di sejumlah wilayah. Muslim China di Utara, misalnya mereka lebih memilih menggunakan daging sapi sebagai bahan utama dalam menu masakan mereka. Lain halnya dengan Muslim China di Selatan, mereka mengandalkan bahan makanan laut, bebek ataupun angsa.

5. India

PAKISTAN-RELIGION-ISLAM-EID

Perayaan Idul Fitri di India diawali dengan Chaand Raat yang jatuh di malam terakhir Ramadhan. Di malam Chaand Raat, orang akan pergi keluar untuk mengunjungi bazar dan berbelanja. 

Perempuan India juga akan mengenakan pakaian tradisional dan menghiasi tangan mereka dengan henna. Kemudian di Hari Raya Idul Fitri, Muslim India akan merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga sambil menyantap Servai, makanan khas Lebaran di India. 

6. Afghanistan

Meski seringkali dikaitkan dengan teror, nyatanya perayaan Idul Fitri di Afghanistan tetap semarak. Afghanistan terkenal dengan tradisi tanding telur yang biasa disebut Tokhm-Jangi. 

Dalam tradisi ini, warga dari berbagai kalangan usia berkumpul di taman dan mencoba untuk memecahkan telur rebus pada Hari Raya Idul fitri.

Telur-telur itu awalnya dimasak hingga matang, kemudian didekorasi dengan berbagai desain dan warna. Tradisi ini dapat dimainkan oleh dua pemain atau lebih.

Jika pemain berhasil memukul dan memecahkan telur yang dibawa oleh lawannya, dia berhasil memenangkan permainan tersebut, dan sebaliknya jika telurnya pecah dalam proses penyerangan itu, ia kalah dalam pertandingan tersebut.

7. Arab Saudi

Di Arab Saudi, perayaan idul fitri kental dengan kesenian. Beragam pagelaran diadakan seperti baca puisi, parade, teater hingga pertunjukan musik. Jika di Indonesia terdapat ketupat dan opor ayam, Arab Saudi memiliki daging domba yang dicampur nasi serta sayuran tradisional. Hal seperti ini juga terjadi di Suriah, hingga beberapa negara Timur Tengah lainnya. Selain makanan dan kesenian, perayaan lebaran di negara Timur Tengah sering dirayakan dengan tradisi menghias rumah. Lampion berwarna-warni digunakan untuk menghias rumah agar terlihat cantik.