Scuba diving atau menyelam saat ini mulai diminati banyak orang. Banyak orang yang ingin menyelam, namun takut tenggelam kehabisan napas, dan ketakutan-ketakutan lain yang sebenarnya bisa diatasi asal mau mengikuti prosedur penyelaman yang baik dan dibimbing oleh profesional.

Berikut tips bagi penyelam pemula agar bebas menyelam dan sukses menikmati istana laut:

Dengarkan, cermati, pahami, dan ikuti arahan dari instruktur/pemandu diving.

Scuba Diving adalah salah satu kegiatan bawah laut yang butuh konsentrasi, kelihaian, dan ketenangan. Jangan menyepelekan olah raga extreme ini! Saat pertama kali, kamu akan diberikan instruksi lengkap mengenai diving. Mulai dari cara menggunakan masker oksigen sampai cara melihat kadar oksigen di dalam tabung. Penjelasan akan sedikit panjang dan mungkin akan membosankan, namun ini sangat penting. Dengarkan dengan baik dan jangan malu untuk bertanya jika tidak mengerti. Malu bertanya sesat di jalan. Nah! Kalau tersesat di laut gimana?

Pilih kacamata selam yang tepat untuk wajah

Scuba diving butuh berbagai peralatan untuk keamanan dan kenyamanan penyelam. Perlengkapan diving yang pas, yang tepat, adalah modal utama untuk menjelajah bawah laut. Kacamata renang atau google yang pas sangat penting terutama bagi kamu sebagai penyelam pemula. Karena pemula, sering bingung, mendapati air masuk ke dalam masker tentu akan membuat kamu tidak nyaman dan tentu panik. Kalau panik, kamu akan cepat kehabisan oksigen! Tahu kan akibatnya apa? Rasakan kekencangan kacamata saat fitting alat, menunduklah dan rasakan apakah masker terasa lebih longgar. Jangan lupa untuk mengencangkan karet masker sebelum masuk ke dalam air. Jika air sudah terlanjur masuk ke dalam masker, angkat kepala sedikit, buka masker dan dorong air dengan hembusan napas dari hidung, jangan dari mulut ya. Lakukan hal tersebut dengan cepat. Kalau bisa, latihan dahulu berkali-kali sebelum benar-benar diving.

Jangan tahan napas saat berada di bawah air

Ingat ya! Hal yang paling penting saat diving/menyelam adalah jangan tahan napas selama berada di bawah air. Kadang, secara tidak sadar para penyelam baru menahan sedikit napas, saat menghembuskan udara lewat mulut. Hal itu sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kecelakaan pada paru-paru lho. Berbahaya! Catat ya! Bernapaslah dengan normal dan santai selama berada di air. Hirup udara dalam-dalam lewat mulut dan keluarkan semuanya lewat mulut juga. Kapasitas udara yang masuk dan keluar haruslah sama dan seimbang. Selain itu, udara di dalam tubuh akan membuat kamu lebih ringan sehingga bisa membuat kamu terdorong ke permukaan lebih cepat. Semua harus seimbang!

Hafalkan isyarat tangan

Bahasa isyarat hal yang penting banget bagi penyelam. Harus hapal ya. Nggak sulit kok. Tentu saat menyelam, kamu tidak akan bisa bicara dong, kan berada di dalam air. Maka dari itu, diciptakanlah isyarat sebagai media komunikasi selama di bawah laut. Kenali dan hafalkan baik-baik isyarat tersebut. Salah-salah isyarat, bisa beda artinya. Jempol ke atas berarti kamu ingin atau diminta naik ke permukaan. Sedangkan jempol ke bawah diisyaratkan untuk menyelam lebih dalam. Telapak tangan yang bergoyang membentuk seperti gelombang diartikan sebagai adanya masalah. Telapak menarik garis horizontal di leher menjadi isyarat yang paling menyeramkan karena berarti kehabisan oksigen. Mudah kan ngafalinnya?

Menyelam dekat dengan instruktur/guide dive/pemandu

Jangan sok tahu karena kepo. Khilaf saat menyelam melihat istana bawah laut, lalu tak terasa menjauh dari instruktur atau guide dive. Boleh banget kok kamu menikmati taman laut sendiri atau berjalan lebih lambat atau lebih jauh dari pemandu, namun jangan terlalu jauh ya. Tetap waspada. Karena kamu masih pemula dalam menyelam, akan lebih riskan terkena masalah dibanding yang sudah profesional. Kecelakaan akan lebih mudah terjadi saat masalah datang dan kamu berada jauh dari pemandu. Selain itu, keasyikan menikmati terumbu karang akan membuat kamu lupa diri lho, kayak mabuk, terbang melayang. Bisa-bisa kamu tersasar dan tertarik arus bawah. Untuk menghindari hal seperti itu, jagalah jarak aman dengan pemandu ya. Jangan sok pinter pokoknya kalau udah di laut.

Sesuaikan telinga dengan tekanan air

Setiap meter, tekanan air akan semakin kuat. Kadang telinga akan terasa sakit. Ada caranya sendiri untuk menghilangkan sakit di telinga saat berada di dalam laut. Tekan dan hembuskan napas dari hidung dalam keadaan hidung tertutup. Jika tidak bisa, kamu bisa menelan ludah setiap kali telinga terasa sakit. Jangan panik jika sakit tak kunjung hilang. Sampaikan masalah tersebut kepada pemandu/instruktur. Tidak hilangnya sakit di telinga bisa disebabkan dari penyakit kamu seperti sinus dan pilek yang baru sembuh. Secepat mungkin, segera naik ke permukaan karena jika tidak, gendang telinga kamu bisa rusak. Jangan main-main kalau telinga terasa sakit, jangan paksa teruskan penyelamanmu ya. Namanya pemula, ya harus hati-hati, banyak belajar tentunya.

Berpikirlah kamu bisa

Jangan takut ya. Kalau sudah niat menjadi penyalam ya harus tingkatkan keberanianmu. Menyelam kan memang olah raga extreme, penuh tantangan yang menguji adrenalin. So, jangan pernah ragu-ragu melanjutkan penyelamanmu, menaikkan kelasmu dari yang nggak bisa menjadi pemula, lalu berlanjut ke kelas advance, dan seterusnya. Menyelam itu mudah kalau kamu bekerja keras mempelajarinya dengan baik. Santai, tapi fokus dan serius!

Author : Rinjani