Film serial original Netflix ini sedang ramai dibicarakan sehingga tentu menumbuhkan rasa penasaran. Seperti judulnya, Dark memang segelap itu. Genrenya sendiri dikategorikan sebagai misteri, drama, thriller, dan supranatural. Meski terkesan supranatural, sesungguhnya apa yang disampaikan dalam film Dark ini dapat diterima secara logis dari sudut pandang ilmu pengetahuan. 

Tidak heran, quote dari Albert Einstein dipilih untuk membuka ceritanya. “Perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, hanyalah ilusi tak terbantahkan.” Disclaimer ini sudah jelas, bahwa film Dark berbicara tentang perjalanan lintas waktu. Ditegaskan oleh khotbah yang menyusul quote ini: “Kemarin, hari ini, dan esok tidaklah berurutan. Semua terhubung dalam lingkaran tak berujung. Semuanya terhubung.”

Cerita serial berbahasa Jerman ini dimulai ketika seorang anak SMA bernama Erik hilang secara misterius. Latar cerita adalah  sebuah kota kecil bernama Winden di Jerman. Lalu Jonas, tokoh utama yang lain, pergi bersama teman-temannya ke sebuah goa untuk mencari paket narkoba yang mungkin ditinggalkan Erik di sana. Setelah berhasil mendapatkan paket itu, sebuah peristiwa aneh terjadi, salah seorang anggota geng mereka, anggota terkecil bernama Mikkel juga hilang secara misterius. Jonas, karena merasa bertanggung jawab atas hilangnya Mikkel berusaha mencarinya. Dalam pencariannya ini, ia menemukan fakta mengejutkan tentang kota Winden. 

Sounds familiar? Yap… sekilas mengingatkan kita dengan serial Netflix lainnya, Stranger Things atau Twin Peaks. Seperti kedua serial ini, Dark diawali dengan hilangnya beberapa anak secara misterius atau dibunuh di sebuah kota kecil. Kalau di Twin Peaks dan Stranger Things pabrik kayu dan Hawkisn Lab yang menjadi sumber masalah, di Dark sebuah gua yang menyimpan reaktor nuklir menjadi sumber masalah. Gua ini menjadi pusat munculnya wormhole (lorong waktu), pusat kejadian misterius berlangsung dan bermula. 

Dark adalah serial yang mengusung genre sci fi. Ide cerita berpusat pada cerita perjalanan waktu yang membingungkan sekaligus membuat penasaran. Untuk memahami jalan ceritanya, penonton harus benar-benar menyimak, tidak bisa sambil main hape ketika menontonnya. Serius! Benar-benar harus memperhatikan detailnya. Ada beberapa karakter yang sama namun muncul di setting waktu berbeda oleh pemeran yang berbeda pula (ada versi tua dan muda). Menonton serial ini, kamu “dipaksa” mengingat jalan cerita, mengingat karakter dan peran masing-masing mereka agar tidak tersesat di tengah-tengah cerita. Nah… seperti judulnya, Dark, suasana yang dibangun di sepanjang cerita selalu terkesan mendung dan kelam. Mood yang dibangun ini membangun rasa mencekam bagi penonton. Apalagi alurnya terkesan lambat di permulaan cerita. Membuat kesan gelap makin terasa. 

Menemani cerita tentang dunia paralel dan perjalanan melintasi ruang dan waktu, Dark dibumbui drama ala kota kecil sepanjang pengungkapan misteri. Ada cerita perselingkuhan tetangga,  pengkhianatan, masalah rumah tangga, cinta segi tiga anak SMA, penebusan rasa bersalah, dan kain sebagainya. Tidak semua bumbu drama yang disajikan berhubungan dengan plot, namun akting yang apik dan sinematografi yang menarik membuat bumbu-bumbu drama ini tetap menarik disimak.

Sebuah cerita tentu tidak menarik tanpa kehadiran seorang villian. Di film Dark villain itu tampil menarik, muncul sebagai tokoh Noah, antagonis yang mengingatkan penonton pada Johan Liebert di manga Monster. Sosok yang misterius, pendiam, karismatik, dan tentu berbahaya. Kisah yang berkelindan dalam perjalanan waktu membuat karakter misterius ini berhasil mengecoh kita, menebak-nebak siapakah sebenarnya Noah dan apa tujuannya melakukan semua tindakan tersebut?

Dark sebagai serial bergenre sci fi adalah serial yang cerdas sekaligus rumit namun tidak membuat kita jengah menontonnya. Kerumitan yang disajikannya menimbulkan penasaran sehingga kita ingin berkonsentrasi menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah muncul di kepala saat menontonnya. Serial ini pintar menceritakan dan menyembunyikan misteri. Fenomena alam misterius yang terjadi di mana sekawanan burung dan domba tewas seketika tanpa penyebab yang jelas misalnya. Misteri seperti ini disuguhkan dengan pintar, dibiarkan menggantung di udara cukup lama, untuk kemudian diungkap pada suatu waktu tertentu, sehingga penonton menunggu sekaligus menebak-nebak bagaimana misteri tersebut akan dipecahkan.

Hal menarik lainnya dari film yang diproduksi oleh Baran bo Odar dan Jantje Friese ini adalah tampilan wormhole (lorong waktu) yang tampak begitu real, begitu nyata karena tidak memakai CGI. Di sepanjang season memang tidak ada bagian-bagian yang disuguhkan dengan CGI yang membuat film justru terasa semakin nyata. Sering sekali di beberapa serial, efek CGI yang tidak mumpuni justru merusak keseluruhan cerita. 

Meski karakter pemainnya cukup banyak, film ini sangat direkomendasi untuk kamu tonton. Akting para aktor yang memukau, sinematografi yang bisa dibilang “kelas”, score musik dan lagu-lagu pengiring yang indah, tone yang dark, cerita perjalanan waktu, tumpang-tindih ceritanya menjadikan  serial ini “luar biasa”. Gabungan keseluruhannya akan menarik kamu ke dalam cerita,  menelusuri lorong-lorong waktu, menyimak setiap detailnya, dan tak ingin melewatkan apapun  sesedikit apapun. Serial ini unik, cocok untuk kamu yang suka menebak-nebak, berpikir, dan memecahkan misteri. Karena kompleksitasnya, serial ini disarankan untuk usia dewasa dengan kematangan pikiran.

So, jangan lupa untuk login di domigado.com untuk bisa terus mengupdate berita tentang film-film terbaru dan juga artis idola kamu.

Author : Eka Dalanta