(Disney/Pixar)

Sudah hampir seperempat abad sejak Toy Story diperkenalkan, kisah ini masih meninggalkan kesan mendalam bagi para pencintanya. Kini, dengan seri keempatnya yang baru dirilis, Toy Story kembali menyuguhkan kisah yang tidak hanya menghibur, tapi juga emosional.

Banyak yang mengira Toy Story 3 merupakan akhir dari petualangan Woody dan kawan-kawan. Apalagi di akhir film itu, Andy menyerahkan mereka pada Bonnie, bocah yang juga begitu menyayangi mainan-mainannya.

Nyatanya, itu justru membawa Woody (disuarakan Tom Hanks), Buzz (Tim Allen), Jessie (Joan Cusack), Rex (Wallace Shawn), Mr. dan Mrs. Potato Head (Don Rickles dan Estelle Harris), Slinky (Blake Clark), Hamm (John Ratzenberger), serta lainnya kedalam sebuah petualangan baru.

Memang, kisah kali ini tak seemosional seri pendahulunya, tapi cukup meninggalkan rasa haru begitu filmnya usai.

Toy Story 4 dibuka dengan kilas balik peristiwa sembilan tahun sebelum Woody dan kawan-kawan pindah ketangan Bonnie. Di bawah hujan deras, Woody dan kawanannya termasuk sang pujaan hati Bo Peep sedang melakukan misi penyelamatan pada sebuah mainan.

Singkat cerita, peristiwa itu juga menjadi awal perpisahan Woody dengan Bo Peep, karakter yang nantinya memegang peranan penting dalam kisah kali ini.

Toy Story 4 kemudian berlanjut pada kegelisahan Woody karena selama beberapa waktu belakangan tak lagi dipilih Bonnie untuk dimainkan. Meski berusaha tetap optimistis, Woody tak bisa menghilangkan raut sedih penuh harapnya.

Woody yang memang sejak awal dikisahkan sangat menyayangi pemilik-pemiliknya, khawatir saat tahu Bonnie harus mulai sekolah dan tidak boleh membawa mainan-mainannya. Secara sepihak, Woody pun memutuskan ikut ke sekolah dan menemani Bonnie agar merasa aman.

Sampai pada satu titik, dengan bantuan tangan Woody secara tak langsung, Bonnie membuat ‘teman’ baru yang dinamakannya Forky dari tugas prakarya di sekolahnya. Bagi Bonnie, Forky adalah benda berharga yang menemaninya di kala merasa takut.

Sebagai bentuk balas budi, Bonnie pun amat menjaganya, memastikan bahwa mainan yang dibuat dari senpu atau sendok-garpu itu tetap berada di sampingnya. Dia bahkan membawanya tidur.

Namun di sisilain, Forky justru merasa hanya sebagai ‘sampah’ yang takberarti dan seharusnya berada di tempat pembuangan. Berulang kali ia berusaha melarikan diri dari Bonnie, tapi Woody memastikan itu tak terjadi.

Woody menjaga Forky untuk Bonnie. (Disney/Pixar)

Sampai suatu saat, Woody harus mengejar Forky saat mainan itu berhasil melarikan diri. Woody tak ingin Bonnie bersedih karena kehilangan mainan kesayangannya, seperti yang dulu terjadi pada Andy saat kehilangan dirinya.

Hanya saja, perjalanan membawa Forky kembali pada Bonnie tidak sepenuhnya mulus. Woody dan Forky harus menjalani petualangan sebenarnya ketika terjebak di dalam toko antik bernama ‘Second Chance.’

Perjalanan ini membuat mereka berhadapan dengan karakter pilu Gabby Gabby, sebuah boneka rusak yang ingin dimiliki dan dimainkan seorang anak, beserta pasukannya yang keji. Namun perjalanan itu pula mengantarkan Woody pada reuni dengan Bo Peep yang kini bertahan hidup di sebuah taman karnaval dan bertemu kawan baru seperti Duke Caboom (Keanu Reeves), Giggle McDimples (Ally Maki), serta Ducky dan Bunny (Keegan-Michael Key dan Jordan Peele).

Bo Peep kembali muncul. (Disney/Pixar)

Secara garis besar, Toy Story 4 seperti mengajak penonton tentang pencarian dan pemahaman diri Woody. Emosi penonton ikut diaduk saat Woody akhirnya memahami bahwa tidak semua anak akan memainkan semua yang dimilikinya. Mereka punya pilihan masing-masing, tentang mana yang lebih disukai dan dibutuhkan.

Woody seakan menjalani sebuah perjalanan menjadi dewasa.

Di tengah pergejolakan hati Woody, karakter-karakter baru yang dimunculkan menjadi penyeimbang yang menyegarkan. Hanya saja, kehadiran mereka sekaligus membayangi karakter-karakter utama lainnya yang kini seakan munculs ebagai sekadar pendukung saja.

Buzz Lightyear bahkan tak diberiporsi banyak, padahal ia sahabat karib Woody. Namun itu bisa dibilang termaafkan ketika karakter Buzz ditampilkan membawa pesan kuat tanpa menggurui, tentang bagaimana mengikuti suara hati. Selain itu, kemunculan Buzz–meski sedikit–lengkap dengan tingkah kocaknya cukup membawa nostalgia. Ikatan antara dia dan Woody pun tetap menggugah hati.

Selebihnya, film ini seperti biasa tetap menyuguhkan visual dan animasi yang cerah dan menarik. Lagu tema seperti You’ve Got Friend in Me yang membawakenangan pada Toy Story 2 juga ditampilkan.

Secara keseluruhan, Toy Story 4 cukup menjadi sekuel berkesan yang tidak hanya membawa nostalgia, melainkan juga pesan baru tentang perjalanan dunia mainan. Di tengah itu, masih ada rona humor, imajinasi, serta haru yang mewarnainya. Bagi saya, Toy Story 4 ini cukup membuat larut dalam emosi hingga menitikkan air mata, seperti akhir Toy Story 3.

sumber: CNN Indonesia | Jumat, 21/06/2019