Berlibur ke Candi Borobudur memang selalu menakjubkan. Destinasi wisata satu ini memang wajib berada dalam daftar jalan-jalan kamu. Apalagi candi besar ini pernah masuk ke dalam salah satu dari 7 keajaiban dunia. Selain berkunjung ke Candi Borobudur, kamu bisa sekalian mengeksplorasi kompleks candi-candi lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh. Seperti Candi Mendut dan Candi Pawon yang bisa jadi pilihan tepat untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Setelah puas dengan pengalaman budaya berkeliling ketiga candi ini, coba sempatkan diri mengalami tenangnya suasana pedesaan di 10 desa wisata eksotis di sekitar Candi Borobudur ini.

1. Desa Wanurejo

Desa wisata Borobudur wanurejo
Desa Wanurejo foto vwtourborobudur.com

Ini merupakan desa wisata paling populer di sekitar Candi Borobudur, mungkin karena letaknya yang sangat dekat dengan Borobudur. Yang menarik dari desa ini adalah atraksi kuliner seperti keripik tempe dan kue clorot. Ada juga batik tulis khas Magelang, bumi perkemahan, atraksi kesenian, dan kerajinan tangan.

2. Desa Tanjungsari

Desa wisata Borobudur tanjungsari
Desa Tanjungsari. Foto booking.com

Siapa yang tidak suka madu? Makanan manis kaya vitamin. Di desa ini kamu bisa melihat proses pengambilan madu. Kamu bisa mendapatkan informasi tentang madu asli atau sekalian ikutan beternak lebah madu. Terletak 3 Km dari Candi Borobudur, desa berlatar Bukit Menoreh ini punya atraksi kerajinan ornamen dan kesenian. Pun di desa ini banyak terdapat homestay murah-meriah.


BACA JUGA >> Lombok, Paduan Kecantikan Budaya dan Keindahan Alam


3. Desa Majaksingi

Desa wisata Borobudur majaksingi
Desa Majaksingi. Foto agoda.com

Desa ini menawarkan atraksi sunrise trekking dan cycling. Woogh… seru ya. Desa ini adalah gambaran keindahan panorama asli pedesaan Jawa. Bagi pengemar kesenian, ada jaran kepang atau kuda lumping, jathilan, kethoprak, dan topeng ireng. Kamu juga bisa menyaksikan langsung pembuatan sangkar, topeng, dan ukiran kayu.

4. Desa Giritengah

sunrise di desa giritengah
Desa Giritengah

Desa ini dikenal sebagai desa kesenian. Di desa ini masih banyak ditemukan beragam kesenian tradisional yang masih terjaga. Desa Giritengah dalam sejarah disebutkan pernah disinggahi Pangeran Diponegoro saat melakukan perang melawan Belanda antara 1825-1830. Jejak Pangeran Diponegoro ini masih terawat, disebut ‘pos mati’ yang merupakan puncak bukit tempat menyimpan senjata. Dari ‘pos mati’ kamu bisa menyaksikan keindahan Gunung Merbabu dan sawah yang indah.

5. Desa Candirejo

Desa Candirejo yang indah
Desa Candirejo Foto yukepo.com

Dikelilingi pertanian, Desa Candirejo memanjakan mata dengan kehijauan lingkungannya. Desa ini terasa alami dan sedikit sekali tersentuh dengan modernisasi. Di desan ini juga terdapat upacara Nyadran, mengirim doa tahunan bagi para leluhur desa di bulan Ruwah atau menjelang Ramadhan.  Upacara besar lainnya adalah Saparan dan Perti Desa (Bersih Desa/Sedekah Bumi) setiap tanggal 15 bulan Sapar (kalender Jawa). Bagi penggemar kesenian di sini ada kesenian tradisional karawitan, wayang, dan Tarian Gatholoco/Wulangsunu. Sebagai oleh-oleh, kerajinan bambu dan pandan merupakan ciri khas desa ini.


BACA JUGA >>