Balapan MotoGP Losail Qatar 2019 (Foto: @HRC)
Balapan MotoGP Losail Qatar 2019 (Foto: @HRC)

DOMIGADO – CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta dalam sebuah wawancara dengan situs MotoGP menuturkan bahwa dirinya masih ragu soal berapa jumlah balapan MotoGP yang akan diselenggarakan di 2020 ini. Menurutnya, masih ada kemungkinan jumlah 12 lomba bertambah. Dan jika memang angka 12 putaran menggendut, Ezpeleta menyebut sirkuit yang akan masuk berstatus trek non Eropa.

“Setelah dua lomba di Jerez, kami akan melihat apakah kalender MotoGP 2020 berjumlah 12, 14 atau maksimal 16 putaran,” kata Ezpeleta.

Sebelumnya, Dorna selaku penyelenggara MotoGP akan mengumumkan balapan musim 2020 yang diganggu pandemi corona Covid-19. Sekitar 12 balapan akan dilangsungkan dan semua digelar di Eropa. Balapan MotoGP pembuka sedang direncanakan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, 19 Juli. Satu pekan berikutnya, Jerez bakal menghelat seri kedua.

Pada kesempatan ini, Ezpeleta turut mengungkapkan empat balapan yang kemungkinan menambah jumlah 12 putaran MotoGP 2020. Keempatnya adalah Sirkuit Austin (Texas), Termas de Rio Hondo (Argentina), Sepang (Malaysia), dan Buriram (Thailand).

CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta (Foto: MotoGP.com)
CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta (Foto: MotoGP.com)

“Ada empat lomba non Eropa yang belum dibatalkan yaitu Thailand, Malaysia, Amerika dan Argentina. Pada akhir Juli, semua orang akan kami informasikan apakah bisa berlomba di sana atau tidak,” Ezpeleta menerangkan.

Beberapa waktu lalu, Ezpeleta juga pernah memberikan sinyal bahwa lomba di luar Eropa kemungkinan baru bisa berlangsung pertengahan November.

Sementara itu, rumor mengenai kontrak rider dengan beberapa tim MotoGP kembali memanas. Kabar kesepakatan antara Honda dan pembalap KTM, Pol Espargaro, menjadi kejutan baru yang terjadi dalam bursa pembalap MotoGP. Alex Marquez dikabarkan tidak akan mendapat perpanjangan kontrak dari Repsol Honda usai MotoGP 2020.

Rencana kedatangan Pol Espargaro ke tim pabrikan asal Tokyo tersebut membuat publik mengernyitkan dahi. Pasalnya, rumor perekrutan Pol Espargaro secara otomatis mematikan peluang kelanjutan duel Marquez bersaudara di Repsol Honda pada tahun 2021. Alex Marquez menjadi pembalap Repsol Honda yang terancam tergusur lantaran kontraknya hanya berlaku untuk tahun 2020 saja.

Pol Espargaro  Pebalap MotoGP (Foto: KTM/Jesus Robledo)
Pol Espargaro (Foto: KTM/Jesus Robledo)

Adapun posisi sang kakak, Marc Marquez, lebih terjamin mengingat dirinya menjadi ujung tombak Repsol Honda di MotoGP selama beberapa tahun terakhir. Enam gelar juara yang telah dipersembahkan Marc Marquez kepada Honda telah memberinya kontrak tambahan hingga 2024.

Jurnalis GPOne, Paolo Scalera, memberikan analisa bahwa Pol Espargaro akan menjadi harapan Honda untuk mengembalikan martabat sebagai pabrikan juara. Memang, Honda berhasil menggondol juara MotoGP dalam empat musim terakhir, namun tidak dapat dipungkiri bahwa prestasi itu dicapai berkat Marc Marquez seorang.