Chelsea vs Liverpool 0-2, Liverpool permalukan Chelsea  di Stadion Stamford Bridge, Minggu (20/09/20)(foto: Getty Images)
Chelsea vs Liverpool 0-2, Liverpool permalukan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, Minggu (20/09/20)(foto: Getty Images)

DOMIGADO – Chelsea 0-2 Liverpool. Laga pekan ke dua Premier League menghadirkan big match antara Chelsea vs Liverpool Minggu (20/09/20) pukul 22.30. Pertandingan Chelsea vs Liverpool berakhir 0-2 untuk kemenangan tim tamu. Laga Chelsea vs Liverpool di gelar di Stadion Stamford Bridge, London Inggris. Chelsea hanya bermain dengan 10 pemain setelah Andreas Christensen mendapat kartu merah persis sebelum jeda babak. Berikut beberapa fakta menarik usai Liverpool permalukan Chelsea 0-2.

Laga antara Chelsea vs Liverpool berjalan cukup alot dari awal. Tim tamu mencoba memanfaatkan penguasaan bola untuk membuka celah pertahanan tuan rumah. Peluang Georginio Wijnaldum pada menit ke-12 masih belum mengarah ke gawang Chelsea. Semenit kemudian upaya Roberto Firmino digagalkan Andreas Christensen tepat sebelum bola melewati garis gawang. Chelsea berupaya bangkit.

Perlahan ada upaya The Blues menekan pertahanan The Reds. Sebuah peluang Timo Werner hadir pada menit ke-32, namun bola masih melebar dari sasaran. Liverpool memiliki peluang pada menit akhir babak pertama ketika Sadio Mane menerima bola daerah. Christensen menghentikan laju Mane dengan pelanggaran. Wasit Paul Tierney awalnya hendak mengeluarkan kartu kuning, namun setelah melihat rekaman ulang ia memilih mengeluarkan kartu merah.

Petaka Chelsea datang di babak ke dua

Guna menambal lini belakang yang kehilangan Christensen, Frank Lampard menarik Kai Havertz dan memasukkan Fikayo Tomori pada babak kedua. Sementara Thiago Alcantara dimasukkan Jurgen Klopp menggantikan Jordan Henderson. Liverpool mendominasi penguasaan bola seperti pada babak pertama. Memasuki menit ke-50, sang juara Liga Inggris memimpin 1-0. Kerja sama satu dua Firmino dan Mohamed Salah dituntaskan Mane menjadi gol.

Empat menit berselang Mane membuat skor menjadi 2-0. Kepa Arrizabalaga melakukan blunder. Bola yang ditendang diblok Mane dan penyerang asal Senegal itu kemudian menggulirkan bola ke dalam gawang. Di tengah dominasi mutlak Liverpool dalam penguasaan bola, Chelsea sempat mencuri kesempatan. Tendangan jarak jauh Mason Mount sempat membuat Alisson mati langkah.

Setelah itu pergerakan Werner yang dijatuhkan Thiago membuat wasit menunjuk titik putih. Jorginho yang menjadi algojo gagal menunaikan tugas. Alisson cermat membaca arah bola. Skor 2-0 untuk Liverpool bertahan hingga laga usai. Hingga matchday kedua, Liverpool mengantongi dua kemenangan. Sementara Chelsea mengoleksi satu kemenangan dan satu kekalahan.

Chelsea vs Liverpool: Debut yang sempurna bagi Thiago Alcantara

Thiago Alcantara debut dengan catatan apik (foto: Getty Images)
Thiago Alcantara debut dengan catatan apik (foto: Getty Images)

Thiago resmi menjadi penggawa Liverpool pada Jumat (18/9/2020) lalu. Ia direkrut dari raksasa Jerman, Bayern Munchen, dengan harga yang diperkirakan mencapai 26-27 juta pounds. Mengingat Thiago baru bergabung, sudah pasti Liverpool tidak mau mengambil resiko dengan memainkannya sejak menit awal dalam laga kontra Chelsea tersebut. Ia pun didudukkan di bangku cadangan. Sebelum kick-off babak kedua, Klopp memainkan Thiago untuk menggantikan Jordan Henderson.

Thiago Alcantara bermain cukup apik. Thiago mendapatkan pencapaian yang luar biasa dari pertandingan tersebut. Ia berhasil menuntaskan 75 umpan selama 45 menit. 17 kali lebih banyak dari pemain Chelsea manapun yang bermain selama 90 menit. Sang Pelatih Jurgen Klopp pun memberikan pujian kepada Thiago Alcantara seusai pertandingan.

“Kami memutuskan untuk memasukkan Thiago lebih awal karena 11v10 dan pemain seperti dia bisa mengomandoi ritme permainan. Itu awalan yang sempurna buat dia dan anak-anak sangat membantunya,” ungkap Klopp dikutip dari Sky Sport.

“Dia hanya butuh terbiasa dengan rekan setimnya, namun saat mereka kekurangan orang, pertanidingan itu menjadi sempurna untuknya. Saya sangat menyukai permainannya. Dari segi pertahanan ia nampak kesulitan, tapi saat menyerang, dengan bola, itulah dia, dia ingin mengoper bola,” pungkasnya.