Dokter tirta merasa dikhianati bnpb bagikan 20 ribu masker ke rizieq (foto: Instagram @dr.tirta)
Dokter tirta merasa dikhianati bnpb bagikan 20 ribu masker ke rizieq (foto: Instagram @dr.tirta)

DOMIGADO – Jagad internet kembali dihebohkan dengan topik mengenani habib Rizieq, BNPB dan komentar tegas Dokter Tirta yang menjadi trending. Kali ini Dokter Tirta lantang menyoroti dan menyesalkan sikap BNPB yang malah membagikan 20 ribu masker gratis ke acara pernikahan putri Habib Rizieq. Dokter Tirta menilai, tidak semestinya BNPB terkesan mendukung acara yang dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan seperti acara pernikahan putri Habib Rizieq. Sebab acara tersebut diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu tamu undangan.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Dokter Tirta mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta dan BNPB telah tebang pilih dan menerapkan standar ganda. Sebab Pemprov DKI mengizinkan pesta pernikahan putri Rizieq Shihab yang disebut dihadiri 10 ribu tamu undangan. Dalam video berdurasi 29 menit itu Dokter Tirta tak henti memprotes mengapa penerapan protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan secara tidak adil di Indonesia.

Rasa kecewa Dokter Tirta pun bertambah ketika mengetahui bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan 20 ribu masker bagi massa yang akan datang ke acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putri pemimpin FPI, Rizieq Shihab, pada Sabtu (14/11). Dokter Tirta membandingkan dengan warga lain yang masih kesulitan mendapat masker dan para pengantin lain yang rela tak menggelar resepsi karena tak dapat izin.

“Saya ini dikirim surat tugas dari bulan Maret 2020 sampai November sekarang itu untuk edukasi 3M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak). Saya sudah keliling 17 kota, diminta untuk mengedukasi termasuk merazia klub sama lounge di Bandung bersama satgas Jawa Barat. Lalu edukasi kerumunan di Tegal diminta oleh pak Ganjar Pranowo, di Solo edukasi kerumunan angkringan di Solo, diJogjakarta disuruh edukasi angkringan di Malioboro,” terang Tirta.

“Lalu kita juga membuat protokol event mencegah pameran live music, lalu ini di Jakarta masih PSBB transisi tetapi dilakukan beberapa hal kegiatan yang kerumunannya sangat banyak. Sampai padang ujung masalah bosku, jadi petanyaan dan pernyataan sekaligus, kalo memang standar ganda ayo buka pilih salah satu. Mau los-losan atau kita mau staight-straight-kan” lanjut Tirta.

Dokter yang biasa disapa Cipeng tersebut juga turut menyesalkan, mengapa BNPB justru memfasilitasi acara pribadi. Padahal sejatinya masih banyak masyarakat yang lebih membutuhkan bantuan masker dari pada menyumbangkannya untuk sebuah acara pernikahan.

“Seorang tokoh datang kesini, membuat kerumunan di bandara sampai puluhan ribu, lalu membuat kemungkinan besar acara pernikahan yang puluhan ribu (dikabarkan akan hadir puluhan ribu undangan). Malah pernikahannya diberikan masker 20 ribu, saya tidak menoroti karena pernikahan itu diajukan. Semua warga berhak melakukan pernikahan kalo seperti itu. semuar warga behak melakukan resepsi pernikan kalo seperti itu” lanjutnya dengan nada lebih tinggi.

(foto: Instagram @dr.tirta)
(foto: Instagram @dr.tirta)

“Kita melakukan resepsi aja dipersulit, banyak EO wedding tidak makan disini. Tetapi ini yang kita tahu, warga berhak mengajukan ijin. Jelas, pak Rizieq Shihab berhak mengajukan izin. Tapi disini adalah konsistensi dari satgas covid DKI dan konsistensi dari Gubernur DKI dan konsistensi dari BNPB. Jika memang ada kerumunan, dan kalian memaksa Razia masker, jangan tebang pilih,” lanjutnya.

“Buka semuanya, ngapain ada PSBB transisi jika memang ada seorang tokoh publik yang memang masanya banyak kalian takut. Saya relawan 8 bulan, saya ketemu anak Cuma 3 kali, hanya untuk edukasi seluruh kota di Indonesia. Marah jelas, kecewa jelas.” ungkapnya.

“Ini tugasnya satgas covid dan pemangku kebijakan, tegas dong. Kalo memang enggak ya enggak, boleh ya boleh. Jika memang kerumunan dikarenakan wedding yang ditarget puluhan ribu menutup jalan protokol boleh, kenapa wedding yang lain nggak? Kenapa semua wedding dirazia? Kenapa demo omnibus kemaren dikritisi?” Tirta mengungkapkan.

Tak sampai di situ, dokter Tirta juga mengungkit bagaimana perlakuan para Social Justice Warrior (SJW) yang mengkritisi soal demo Omnibus Law, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memproses ucapan Jerinx soal ‘kacung WHO’.

“Dan saya kecewa, kalian semua SJW hanya berani menggoreng demo omnibus, orang yang demo kalian kata-katain, bahwa gak patuh protokol, sekarang kemana kalian? Berani kritik yang bener? Konsistensi itu susah, Karena takut untuk ditekan, takut untuk dipersekusi,” lanjutnya geram.

(foto: Instagram @dr.tirta)
(foto: Instagram @dr.tirta)

Selain itu Dokter Tirta juga mengatakan bahwa dia kecewa dengan BNPB dan merasa di khianati.

“Saya nggak tau, saya relawan BNPB, tapi jujur saya kecewa dengan keputusan BNPB yang mebagikan 20 ribu masker. Banyak rakyat kecil diluar sana yang mebutuhkan masker. Nusa Penida di Bali yang gak bisa makan orang-orangnya. Banyak orang yang membutuhkan masker diluar sana, Cilincing, Tanjung Priuk, Cipadu, Cijantung, Cipayung, butuh semua masker. Sementara tamu undangan nikah didonasikan 20 ribu masker.”

“Saya relawan dari maret, bersama kawan-kawan, kecewa dengan keputusan ini. Sangat-sangat kecewa. Dan saya tau resiko bersuara seperti ini. Saya sudah nothing to lose kembali lagi, saya bersuara terus-terusan ditekan. Toko saya sudah dipecah dibeberapa tempat, mobil saya sudah dipecah.”

Dokter Tirta saat video tersebut direkam sedang berada di Yogyakarta untuk mengedukasi para pengungsi di pengungsian korban Gunung Merapi Yogyakarta.

“Sekarang saya di Yogya lagi edukasi di camp pengungsian di Cangkringan dan Magelang, mengenai protokol covid di pengungsian. 20 ribu masker bisa disumbang di Merapi Bos! 20 ribu masker sangat berguna untuk korban banjir, korban Merapi, siaga 3 gunung Merapi di Sleman dan Magelang. @0 ribu masker bisa berguna untuk orang disini bos, daripada tamu undangan pernikahan.”