Mie instan adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia
Mie instan adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia (foto: istimewa)

DOMIGADO – 7 FAKTA MENGEJUTKAN KANDUNGAN MIE INSTAN. Membicarakan mie instan memang tidak akan pernah ada habisnya. Dari mulai resep kreasinya hingga bagaimana jika kita tidak bisa hidup tanpanya. Cara masak yang mudah dan rasanya yang nikmat menjadikan mie instan sebagai pilihan makanan praktis paling favorit bagi masyarakat Indonesia untuk dikonsumsi sehari-hari.

Lalu, berapakah mie instan yang sudah kamu konsumsi dalam seminggu ini? Jika kamu salah satu yang menjadi bagian dari penggemar mie instan, maka kamu wajib menyimak 7 fakta mengejutkan dari kandungan mie instan yang berhasil Domigado.com rangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Mie Instan Mengandung Zat Lilin?

Mitos seperti ini harus benar-benar kita abaikan mulai dari sekarang. Mengapa? Karena ini salah besar. Mie instan tidak mengandung zat lilin sama sekali. Mie instan bisa saling tidak melekat satu sama lain bukanlah karena penggunaan zat lilin, melainkan karena adanya kandungan minyak di dalam mie instan.

Pada pembuatannya, mie instan melalui proses deep frying yang bertujuan untuk mengurangi kadar air dan membuat mie instan tetap awet. Dari proses inilah, minyak terserap ke dalam adonan mie instan dan akhirnya dikeluarkan pada saat pemasakan. Jadi, sudah terbukti bahwa mie instan tidak lengket karena minyak bukan disebabkan penggunaan zat lilin oleh produsen.

2. Mie Instan Mengandung Pengawet Dalam Kadar Tinggi?

Tidak dipungkiri, makanan dalam kemasan yang dijual di pasar swalayan pasti menggunakan pengawet agar bisa tahan lama. Di Indonesia, telah ditetapkan penggunaan bahan pengawet secara aman, dengan standart hanya 250 mg saja per kilogram. Untuk mie instan sendiri, penggunaan bahan pengawet nipagin pada kecapnya hanya berjumlah 1 mg saja. Lalu bagaimana dengan pengawet yang terkandung dalam mie?

Nah, sebenarnya, mie pada mie instan bisa menjadi sangat awet bukan karena pengawet kimia, namun metode khusus yang diaplikasikan selama pembuatannya. Mie instan digoreng dengan teknik deep frying. Proses penggorengan ini dilakukan pada suhu yang tinggi, yaitu 140 – 160 derajat Celcius. Pada suhu ini, dapat dipastikan tidak ada mikroba yang dapat bertahan hidup karena kadar air pada mie telah turun hingga 3% saja. Jika tidak ada mikroba, makanan pun awet dan tahan lama serta terhindar dari proses pembusukan.

Proses pengawetan pada kandungan mie instan tidak menggunakan bahan kimia
Proses pengawetan pada mie instan tidak menggunakan bahan kimia (foto: istimewa)

3. Makan mie instan tidak bisa menggantikan makanan penuh kamu

Mungkin kamu sudah kenyang dengan makan satu atau dua bungkus mie instan dalam satu kali makan. Tapi tak peduli seberapa banyak kamu makan mie instan tetap saja makanan ini tidak bisa menggantikan makanan penuh kamu. Makanan penuh yang dimaksudkan di sini adalah makanan yang lengkap dengan gizi seimbang, yaitu terdiri dari makanan pokok, sayur, protein nabati, dan protein hewani.

Jadi, jangan terlalu sering makan mie instan sebagai pengganti makanan penuh kamu. Tetap saja, makanan yang paling baik adalah makanan yang bervariasi, karena dari makanan tersebut kamu akan mendapatkan berbagai jenis zat gizi yang tubuh perlukan.